
PONOROGONEWS.ID – Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur pada 7–8 Juli 2026 di RT 03 RW 02 Dusun Purwoasri, Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Produksi, Komunikasi Promosi, dan Redesain Kemasan Produk Olahan Ubi Kayu Guna Meningkatkan Nilai Jual Oleh-Oleh Khas Kabupaten Ponorogo.”
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Ida Syamsu Roidah, SP., MMA selaku Ketua Tim, didampingi oleh Dr. Fazlul Rahman, Lc., MA.Hum dan Joko Iskandar, M.Kom, sebagai anggota tim serta dibantu oleh 2 mahasiswa. Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi agar mampu menghasilkan produk yang lebih kompetitif di pasar.
Kabupaten Ponorogo memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil ubi kayu. Selama ini, komoditas tersebut telah diolah menjadi berbagai produk pangan seperti thoring (Lentho Garing), namun masih menghadapi tantangan dalam aspek kualitas produksi, strategi promosi, serta desain kemasan yang mampu menarik minat konsumen.
Melalui kegiatan PkM ini, tim UPN “Veteran” Jawa Timur memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga membangun identitas merek yang lebih kuat sehingga produk olahan ubi kayu memiliki daya saing sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Ponorogo.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang dikemas secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, praktik, dan pendampingan. Materi meliputi peningkatan efisiensi proses produksi, penerapan standar kebersihan dan kualitas produk, strategi komunikasi pemasaran, teknik promosi digital, serta pentingnya membangun citra produk melalui kemasan yang menarik dan informatif.
Tim pengabdian juga memperkenalkan konsep branding dan komunikasi promosi yang efektif agar produk lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan media digital dan pemasaran berbasis teknologi.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah redesain kemasan produk. Kemasan baru dirancang dengan tampilan yang lebih modern, informatif, dan mencerminkan identitas Kabupaten Ponorogo sebagai daerah penghasil produk olahan ubi kayu berkualitas. Perubahan kemasan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk di pasar oleh-oleh maupun platform pemasaran digital.

Kegiatan mendapat sambutan positif dari warga dan pelaku UMKM di RT 03 RW 02 Dusun Purwoasri. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh antusias, aktif berdiskusi, dan menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha mereka.
Melalui sesi praktik dan konsultasi, peserta memperoleh solusi yang aplikatif mengenai peningkatan kualitas produk, strategi penetapan harga, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, hingga pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk agar mampu bersaing di tengah semakin ketatnya persaingan industri pangan.
Ketua Tim PkM, Dr. Ida Syamsu Roidah, SP., MMA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Produk olahan ubi kayu memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang menjadi produk unggulan daerah. Melalui peningkatan kualitas produksi, strategi promosi yang tepat, dan kemasan yang menarik, kami berharap UMKM mampu meningkatkan nilai jual produknya sehingga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam membangun komunikasi pemasaran, menciptakan inovasi, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Melalui kegiatan pengabdian ini, UPN “Veteran” Jawa Timur berharap pelaku UMKM di Desa Karanggebang semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya dan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk olahan ubi kayu hingga tingkat regional maupun nasional.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pendampingan yang berorientasi pada peningkatan daya saing produk lokal. Dengan demikian, ubi kayu tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga menjadi sumber nilai tambah ekonomi yang mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mengangkat citra Kabupaten Ponorogo sebagai salah satu sentra produk olahan ubi kayu yang berkualitas.***




