Author: khafidh

Owner khafi.id. Dan berkeinginan mendirikan "Jobless Foundation", sebuah kelompok para pengangguran yang tetap berusaha eksis dan berusaha mempengaruhi orang agar tetap nganggur.

Pernah beberapa kali bekerja menjadi layouter di media lokal dan selalu dipecat secara tidak hormat, karena tidak bisa disiplin. Tapi belum pernah korupsi.

Pernah pula bercita-cita menjadi sarjana, tapi gagal.

 

ponorogo.go.id

Ponorogo Masuk 10 Besar Kabupaten Paling Maju: Antara Indeks, Output, dan Keseharian yang Tak Selalu Tercatat

PONOROGONEWS.ID – Ponorogo masuk 10 besar kabupaten paling maju di Indonesia. Setidaknya, itulah yang tercantum dalam poster yang beredar di media sosial. Ukurannya jelas: Indeks Daya Saing Daerah 2025 yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional, dengan skor 3,95. Bangga? Tentu. Akan terdengar janggal jika sebagai warga, kita justru bersikap datar ketika daerah sendiri […]

Bagikan Artikel ini:

Ponorogo Masuk 10 Besar Kabupaten Paling Maju: Antara Indeks, Output, dan Keseharian yang Tak Selalu Tercatat Read More »

pexels

Pemerintah Numpang Nampang Kesuksesan, Tapi Abai saat Petani Kesusahan

PONOROGONEWS.ID – Beberapa waktu yang lalu, pemerintah kita (Kabupaten Ponorogo tentunya) merayakan panen raya di Desa Ngglinggang. Dihadiri pejabat penting kabupaten. Meriah? Mungkin saja. Sebab mana ada acara yang dihadiri pemerintah tidak meriah. Ada tumpeng, ada doa, ada sambutan, dan tentu saja ada dokumentasi. Wajah-wajah tampak sumringah, kalimat-kalimat terdengar penuh optimisme, dan semuanya berjalan sebagaimana

Bagikan Artikel ini:

Pemerintah Numpang Nampang Kesuksesan, Tapi Abai saat Petani Kesusahan Read More »

From above of cracks and hole on empty narrow aged asphalt road going along lush green trees growing in forest

Menghindari Lubang, Menabrak Nasib

PONOROGONEWS.ID – Ada satu kebiasaan kecil yang diam-diam kita pelihara di jalan yaitu menghindari lubang. Tidak ada yang mengajari secara formal, tidak ada kurikulum khusus, tapi entah bagaimana hampir semua orang paham. Begitu melihat lubang atau merasa ada yang janggal di permukaan aspal, tangan refleks menggeser setang, kaki menyesuaikan keseimbangan, mata menebak-nebak arah aman. Sederhana,

Bagikan Artikel ini:

Menghindari Lubang, Menabrak Nasib Read More »

Group of men in white robes walking across a sandy desert in Nigeria.

Naik Haji Cepat, Menggasak Antrean Siapa?

Naik Pesawat, Mendahului Takdir Ada cerita yang diam-diam beredar di lingkungan alumni. Tidak heboh, tidak diumumkan di mimbar, tapi cukup sering diulang dalam obrolan santai, seolah ada sesuatu yang perlu direnungkan pelan-pelan. Konon, ada seorang santri yang berhasil. Usahanya berkembang, hidupnya mapan, bahkan sampai mampu mendirikan biro umrah. Dalam ukuran umum, ini bukan sekadar ‘sukses’,

Bagikan Artikel ini:

Naik Haji Cepat, Menggasak Antrean Siapa? Read More »

credit: ponorogo.go.id

Haul Tegalsari: Nggandul Sarunge Kiyai

PONOROGONEWS.ID – Di Tegalsari, haul selalu punya cara sendiri untuk membuat orang datang. Jalanan penuh, parkiran meluber, doa-doa naik bersamaan dengan asap rokok dan suara sholawat. Nama Kiai Ageng Muhammad Besari disebut dengan khidmat, seolah waktu mundur sebentar, memberi ruang bagi yang hidup untuk menengok yang telah lebih dulu selesai. Di tengah suasana itu, ada

Bagikan Artikel ini:

Haul Tegalsari: Nggandul Sarunge Kiyai Read More »

AI Generated

Sekolah ‘Nggawe’ Karag MBG

PONOROGONEWS.ID – Dulu, ada candaan yang sering kita dengar dari orang-orang tua: “sekolah mbayar karag, mulane gak pinter-pinter.” Sebuah lelucon yang terdengar ringan, tapi diam-diam menyimpan cara pandang tentang pendidikan—bahwa sekolah itu ya sekadarnya saja, tidak serius, tidak sungguh-sungguh. Karag sendiri bukan sekadar istilah lelucon tanpa arti. Ia adalah sisa makanan—nasi atau lauk yang dikeringkan

Bagikan Artikel ini:

Sekolah ‘Nggawe’ Karag MBG Read More »

Kereta Kelinci Dilarang Tapi Truk Tambang yang Lebih Merusak Diizinkan

Kereta Kelinci Dilarang Tapi Truk Tambang yang Lebih Merusak Diizinkan

Ponorogonews.id—Ada hal-hal di desa yang sejak lama kita terima tanpa banyak tanya. Jalan rusak, debu beterbangan, suara kendaraan besar lewat tengah kampung, semua dianggap bagian dari keseharian. Kita belajar menyingkir, menunggu, dan berhenti sejenak—karena begitulah hidup berjalan. Tapi belakangan, ada satu pemandangan yang terasa janggal: Kereta Kelinci Dilarang Tapi Truk Tambang yang Lebih Merusak Diizinkan.

Bagikan Artikel ini:

Kereta Kelinci Dilarang Tapi Truk Tambang yang Lebih Merusak Diizinkan Read More »

Bu, Tak Bisiki: “Legalisasi Tambang Bukan Solusi…”

Belakangan ini, kita seperti hidup di tengah pemerintahan yang gemar membuat pernyataan-pernyataan aneh—atau, kalau mau lebih sopan, lucu. Program MBG yang menyebabkan banyak keracunan dianggap wajar, sebab dari jutaan porsi yang dibagikan, “hanya” ribuan yang bermasalah. Bencana besar di Sumatra pun dijelaskan sebagai semata-mata urusan cuaca, seolah-olah alam bekerja sendirian, tanpa campur tangan manusia, tanpa

Bagikan Artikel ini:

Bu, Tak Bisiki: “Legalisasi Tambang Bukan Solusi…” Read More »

Antara

Tambang Pasir di Ponorogo: Berhenti Sekarang Juga atau Menunggu Bencana

Ada kenyataan-kenyataan yang sebenarnya semua orang tahu, tetapi pura-pura tidak terjadi. Tambang pasir, misalnya. Ini bukan warung kopi angkringan yang bisa dibongkar-pasang, bukan pula narkoba yang bisa disembunyikan di balik celana dalam. Tambang itu besar, bising, berdebu, dan terlihat jelas bahkan dari jalan kampung. Ada alat berat, ada bukit yang tergerus, ada truk yang hilir-mudik

Bagikan Artikel ini:

Tambang Pasir di Ponorogo: Berhenti Sekarang Juga atau Menunggu Bencana Read More »

Ponorogo: Budaya, Monumen dan Sampah

Ponorogo kota Kreatif, mungkin benar. Sebab organisasi besar UNESCO pun sudah mengakuinya. Masa kita sebagai masyarakat Ponorogo sendiri tidak mengakuinya? Lucu juga kalau sampai begitu. Lagi pula, kita punya kebanggaan lain berupa patung raksasa yang menyimbolkan kesenian khas kita, Reog. Konon, patung itu akan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Bangga? tentu saja. Siapa

Bagikan Artikel ini:

Ponorogo: Budaya, Monumen dan Sampah Read More »