
PONOROGONEWS.ID – Retakan pada talut atau dinding penahan tanah di kawasan wisata Telaga Ngebel mendapat perhatian serius dari Plt Bupati Lisdyarita. Retakan sepanjang sekitar 15 meter dengan lebar sekitar satu meter itu langsung ditinjau untuk memastikan tidak membahayakan pengunjung.
Saat meninjau lokasi, Senin (6/4/2026), Lisdyarita memastikan kondisi tersebut masih aman bagi wisatawan. Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko terkait keselamatan pengunjung.
“Tidak membahayakan, tetapi kami tidak ingin ambil risiko. Keselamatan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas. Pengunjung tidak perlu takut untuk berwisata, Telaga Ngebel tetap aman,” kata Bunda Lis—sapaan akrab Lisdyarita.
Dalam kesempatan itu, ia menginstruksikan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo segera melakukan kajian terhadap kondisi talut yang retak tersebut.
Kajian teknis diperlukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, apakah cukup dilakukan perbaikan parsial, penguatan struktur, atau bahkan memerlukan rehabilitasi secara menyeluruh.
Selain meninjau retakan talut, Bunda Lis juga menyoroti sejumlah bangunan baru di kawasan Telaga Ngebel yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.
“Sekaligus kami berdiskusi mengenai beberapa bangunan baru yang pemanfaatannya belum maksimal,” jelasnya saat datang bersama jajaran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menegaskan bahwa Telaga Ngebel merupakan destinasi wisata unggulan di Ponorogo yang selama ini menjadi penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus melakukan pembenahan serta pengembangan kawasan wisata tersebut agar semakin menarik minat wisatawan, terutama dari luar daerah.
“Potensinya luar biasa. Kami ingin memikirkan bagaimana caranya agar lebih banyak lagi wisatawan dari luar daerah datang ke Ponorogo,” pungkasnya.
Talut Telaga Ngebel Retak, Pemkab Ponorogo Lakukan Kajian Teknis
Retakan pada talut atau dinding penahan tanah di kawasan wisata Telaga Ngebel mendapat perhatian serius dari Plt Bupati Lisdyarita. Retakan sepanjang sekitar 15 meter dengan lebar sekitar satu meter itu langsung ditinjau untuk memastikan tidak membahayakan pengunjung.
Saat meninjau lokasi, Senin (6/4/2026), Lisdyarita memastikan kondisi tersebut masih aman bagi wisatawan. Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko terkait keselamatan pengunjung.
“Tidak membahayakan, tetapi kami tidak ingin ambil risiko. Keselamatan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas. Pengunjung tidak perlu takut untuk berwisata, Telaga Ngebel tetap aman,” kata Bunda Lis—sapaan akrab Lisdyarita.
Dalam kesempatan itu, ia menginstruksikan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo segera melakukan kajian terhadap kondisi talut yang retak tersebut.
Kajian teknis diperlukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, apakah cukup dilakukan perbaikan parsial, penguatan struktur, atau bahkan memerlukan rehabilitasi secara menyeluruh.
Selain meninjau retakan talut, Bunda Lis juga menyoroti sejumlah bangunan baru di kawasan Telaga Ngebel yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.
“Sekaligus kami berdiskusi mengenai beberapa bangunan baru yang pemanfaatannya belum maksimal,” jelasnya saat datang bersama jajaran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menegaskan bahwa Telaga Ngebel merupakan destinasi wisata unggulan di Ponorogo yang selama ini menjadi penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus melakukan pembenahan serta pengembangan kawasan wisata tersebut agar semakin menarik minat wisatawan, terutama dari luar daerah.
“Potensinya luar biasa. Kami ingin memikirkan bagaimana caranya agar lebih banyak lagi wisatawan dari luar daerah datang ke Ponorogo,” pungkasnya.



