
PONOROGONEWS.ID – Ratusan kambing Jerabang berjejer rapi di Lapangan Jepun, Desa Balong, Kecamatan Balong, Ponorogo, Minggu (5/4/2026). Kontes kambing berskala regional Jawa itu bukan sekadar ajang pamer ternak unggulan, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi peternak di Ponorogo.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita yang membuka kegiatan tersebut menilai kambing Jerabang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ternak bernilai ekonomi tinggi.
“Potensinya sangat baik, baik untuk penggemukan dengan diambil dagingnya maupun sebagai ternak kontes,” kata Bunda Lis—sapaan Lisdyarita—saat berkeliling mengamati ratusan kambing peserta kontes.
Kontes kambing Jerabang ini diinisiasi oleh komunitas Peternak Kidul Kutho (Perkitho) Ponorogo. Ajang tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa.
Kambing Jerabang sendiri merupakan varietas lokal kambing Peranakan Etawa (PE) yang berasal dari Tulungagung. Ciri khasnya adalah corak warna belang atau bercak yang tidak merata, memadukan warna putih, hitam, maupun cokelat.
Menurut Bunda Lis, kontes seperti ini diharapkan bisa digelar secara rutin. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak peternak yang mulai membudidayakan kambing Jerabang, khususnya di wilayah selatan Ponorogo.
Ia juga menilai Jerabang memiliki keunggulan tersendiri dibanding jenis kambing lain, terutama dari sisi ketahanan fisik terhadap lingkungan dan penyakit.
“Pemkab Ponorogo tentu mendukung budi daya ternak yang memiliki komoditas bernilai tinggi seperti ini,” jelasnya. Ia berharap Ponorogo ke depan mampu menjadi salah satu sentra pengembangan kambing Jerabang.
Sementara itu, panitia menghadirkan dewan juri profesional untuk menilai ratusan kambing yang terbagi dalam beberapa kelas, baik jantan maupun betina. Penilaian meliputi keserasian fisik, kualitas bulu, bentuk kepala, dagu, hingga telinga.
Bagi peternak, kemenangan dalam kontes bukan sekadar prestise. Harga jual kambing Jerabang pemenang kontes biasanya melonjak tajam, termasuk nilai jual cempe atau anak kambing dari indukan juara.
“Karena dari galur atau garis keturunannya akan lahir kambing Jerabang yang lebih unggul,” ungkap salah seorang peserta kontes.




