
PONOROGONEWS.COM – BPS Ponorogo memastikan data masyarakat yang dikumpulkan dalam kegiatan sensus aman dan tidak akan disebarluaskan kepada pihak mana pun. Karena itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengajak seluruh masyarakat memberikan data yang benar kepada petugas saat pendataan dilakukan di rumah masing-masing.
Ajakan itu juga ditujukan kepada jajaran organisasi perangkat daerah, ASN, camat, kepala desa, lurah, hingga seluruh elemen masyarakat Ponorogo. Lisdyarita menegaskan, masyarakat tidak perlu takut memberikan data karena kerahasiaannya dijamin aman.
“Kami mengajak teman-teman OPD, ASN, camat, kepala desa, lurah, dan seluruh masyarakat untuk memberikan data-data yang benar kepada petugas sensus di rumah masing-masing. Insyaallah data yang disampaikan aman dan terlindungi, tidak ada data yang bocor,” ujar Lisdyarita saat pelepasan petugas sensus ekonomi di Pendopo Agung kabupaten Ponorogo pada Jumat (19/06/2026).
Menurutnya, data hasil sensus akan sangat bermanfaat bagi Kabupaten Ponorogo. Salah satunya untuk mengetahui kondisi kemiskinan masyarakat secara lebih akurat. Dengan data tersebut, pemerintah daerah dapat menentukan kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, termasuk desil satu, dua, dan seterusnya.
“Data ini kita gunakan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan strategis. Kalau tidak ada data, maka kita tidak akan tahu ini desil satu, dua, dan seterusnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Ponorogo menyampaikan bahwa sensus bertujuan menyediakan data dasar yang terpercaya. Data tersebut nantinya digunakan pemerintah pusat maupun daerah untuk merumuskan, merencanakan, serta mengevaluasi kebijakan ekonomi agar lebih tepat sasaran.
Ada tiga aspek utama yang menjadi perhatian dalam pendataan tersebut. Pertama, kondisi ekonomi keluarga masyarakat Ponorogo. Kedua, jenis usaha ekonomi yang dijalankan masyarakat. Ketiga, sektor pertanian yang menjadi salah satu potensi besar daerah.
Menurut BPS, struktur usaha masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap arah pembangunan ekonomi jangka panjang. Sementara sektor pertanian juga menjadi perhatian penting karena memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Ponorogo.
“Kita ingin melihat seperti apa karakteristik pertanian di Ponorogo, bagaimana kesejahteraan petani, dan apakah kebijakan di bidang pertanian sudah tepat atau belum,” terang Kepala BPS Kabupaten Ponorogo.
Dalam pelaksanaan sensus tersebut, sebanyak 1.319 petugas diterjunkan di lapangan. BPS juga memastikan sistem pendataan dilakukan menggunakan aplikasi resmi yang dibangun sendiri oleh Badan Pusat Statistik, bukan oleh pihak ketiga.
BPS menegaskan, data masyarakat yang sudah diterima tidak akan disebarkan kepada siapa pun. Selain menggunakan aplikasi resmi, BPS juga telah menyiapkan server tersendiri untuk mendukung keamanan kegiatan sensus.
“Data yang sudah kami terima tidak akan kami sebarkan kepada siapa pun,” tegasnya.***




