Bunda Lisdyarita Titip Pesan kepada 2.290 Mahasiswa UIN Ponorogo Peserta KPM 2026

Pemkab Ponorogo Matangkan Tata Kelola Pertambangan Berkelanjutan Bersama SPITM ITB

PONOROGONEWS.ID – Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menitipkan pesan khusus kepada 2.290 mahasiswa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo yang akan mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat atau KPM Tahun 2026. Ia meminta para mahasiswa menjaga sikap, etika, dan sopan santun selama berada di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Lisdyarita saat menghadiri pelepasan peserta KPM UIN Ponorogo, Rabu (8/7/2026), di Lapangan Sepak Bola UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi dan kampus, tetapi juga membawa amanah ilmu yang harus dibagikan secara baik kepada masyarakat.

“Jagalah sikap, jagalah etika, jaga sopan santun, juga saling berkoordinasi. Ilmu yang sudah didapatkan, berikan kepada masyarakat,” pesan Lisdyarita.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang rendah siapa pun yang ditemui di lokasi pengabdian. Masyarakat desa, termasuk para petani, harus tetap dihormati karena setiap orang memiliki martabat dan peran penting dalam kehidupan sosial.

“Jangan salah, petani-petani yang kalian hadapi itu bisa jadi rektor kalian, bisa jadi pejabat-pejabat yang ada di lingkungan. Jadi benar-benar jaga etikanya,” tegasnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Lisdyarita menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya KPM Tahun 2026. Ia juga mengapresiasi UIN Ponorogo yang secara konsisten melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, KPM menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang partisipatif dan berkelanjutan. Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian.

“Semoga panjenengan semua selalu diberikan kesehatan, kelancaran, dan keberkahan. Ilmu yang kita punya harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: —  Pendapatan Daerah Turun Drastis, APBD Ponorogo 2026 Dipangkas Rp261 Miliar

Sementara itu, Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, menegaskan bahwa pengabdian merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Ia berpesan agar mahasiswa menjalani KPM dengan niat membantu dan memudahkan kehidupan orang lain.

Menurut Evi, ada tiga hal sederhana tetapi penting yang perlu dilakukan mahasiswa selama KPM, yakni salat berjamaah, senyum yang ramah, dan mengelola sampah. Tiga hal tersebut menjadi bentuk syukur kepada Tuhan, kasih sayang kepada sesama, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

“Kita dilahirkan di dunia ini untuk mengabdi, untuk memudahkan hidup orang lain, dan membantu kehidupan orang lain,” tutur Evi.

KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2026 diikuti 2.290 mahasiswa. Mereka terbagi dalam 150 kelompok dan tujuh klaster pengabdian.

Klaster tersebut meliputi KPM multidisiplin, KPM responsif, KPM rekognisi pengabdian pesantren, KPM moderasi beragama, KPM Persemakmuran, serta KPM Nusantara yang akan dilaksanakan di Banten dan Jawa Barat bersama mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia.

Selain itu, KPM Persemakmuran juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra, antara lain UIN Tulungagung, UIN Kediri, UIN Jember, UIN Malang, UIN Surabaya, UIN Madura, UIN Mataram, UIN Samarinda, Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Wonogiri, serta IAI Ngawi.

Panitia KPM UIN Ponorogo, Unun, menjelaskan bahwa sebelum diterjunkan ke masyarakat, mahasiswa telah mengikuti berbagai tahapan pembekalan. Materi pembekalan meliputi sosialisasi KPM, lingkungan hidup, pendampingan produk halal dari Ponorogo Halal Center UIN Ponorogo, program KKN Cakap Digital bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri, serta metode ABCD bersama dosen pembimbing lapangan.

Tahun ini, KPM UIN Ponorogo mengusung tema *Sustainable Development Community* berbasis ekoteologi dalam menguatkan multisektor di bidang hukum, pendidikan, ekonomi, dan sosial keagamaan sesuai disiplin keilmuan kampus.

Baca Juga: —  Bunda Lisdyarita Pastikan Bantuan DBHCHT akan Disalurkan Secara Penuh tanpa ada Pembagian

Melalui tema tersebut, kegiatan KPM diharapkan tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapannya semua kegiatan yang akan diselenggarakan di lokasi KPM benar-benar sesuai dengan harapan, bermanfaat, dan berdampak lebih nyata bagi masyarakat,” pungkas Unun.***

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: