TPA Mrican Overload, DLH Ponorogo Terapkan Sanitary Landfill

PONOROGONEWS.COM – Kondisi darurat sampah di Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Terlebih, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican telah mengalami kelebihan beban atau overload dan ditutup sejak Juni 2026.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di tingkat pemerintah, tetapi harus dimulai dari rumah tangga.

Sapto menjelaskan, Presiden telah menyerukan Gerakan Indonesia ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sebagai bentuk keprihatinan terhadap perubahan iklim dan darurat sampah. Gerakan tersebut, kata dia, harus ditangkap oleh pemerintah daerah, termasuk Ponorogo yang saat ini juga menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah.

“Persoalan sampah menjadi prioritas utama. Permasalahan ini harus diselesaikan dari hulu sampai hilir,” ujarnya dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Kamis (18/06/2026).

Di tingkat hulu, Sapto menekankan pentingnya memaksimalkan peran bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS 3R. Menurutnya, kedua sektor tersebut harus terus didorong untuk berinovasi agar volume sampah yang masuk ke TPA dapat dikurangi.

“Di hulu, bagaimana kita memaksimalkan bank sampah. TPS 3R juga harus melakukan inovasi, sehingga sampah tidak menumpuk di TPA,” jelasnya.

Sementara di tingkat hilir, Pemkab Ponorogo menerapkan metode sanitary landfill sebagai langkah sementara dalam pengelolaan sampah di TPA Mrican. Sanitary landfill merupakan metode pemrosesan akhir sampah dengan cara menempatkan sampah di area cekung, kemudian dipadatkan dan ditimbun menggunakan tanah secara berkala untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Sapto menyebut, metode tersebut diterapkan sambil menunggu kesiapan TPA Mrican yang baru. Rencananya, fasilitas baru tersebut diperkirakan dapat dibuka pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027.

Baca Juga: —  Memaknai Kunjungan Pakubuwono XIV di Kabupaten Ponorogo, Perkuat Sinergitas Sektor Wisata?

“Untuk sementara seperti itu, sambil menunggu TPA Mrican yang baru siap dibuka,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki tata kelola sampah di Ponorogo. Menurutnya, sampah harus mulai dipilah dan dikelola sejak dari rumah tangga, sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.

“Mari kita gaungkan bersama agar pengelolaan sampah semakin baik. Dari ujung, yaitu rumah tangga, sampah harus dikelola sehingga tidak semuanya harus dibuang ke TPA,” pungkasnya.***

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: