Di Usia 15 Tahun, Remaja Asal Ponorogo Ini Jadi Jemaah Haji Termuda 2026

credit: kompas.com
Tsurayya Ufairotummarwa, Remaja asal Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Ponorogo ini tercatat sebagai salah satu jemaah haji termuda pada musim haji 2026. (Kompas.com)

PONOROGONEWS.ID – Tak banyak remaja yang membayangkan perjalanan hidupnya akan sampai ke Tanah Suci saat usia belia. Namun bagi Tsurayya Ufairotummarwa, jalan itu justru terbuka ketika usianya baru menginjak 15 tahun.

Remaja asal Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Ponorogo ini tercatat sebagai salah satu jemaah haji termuda pada musim haji 2026. Usianya baru 15 tahun 8 bulan, angka yang kontras dengan gambaran umum jemaah haji yang identik dengan usia senja.

Perjalanan ini bukanlah keputusan yang ia rencanakan sendiri. Bahkan, Tsurayya baru mengetahui bahwa dirinya telah didaftarkan haji sejak lama, tepatnya saat masih berusia dua tahun. Orang tuanya mendaftarkan namanya bersama tiga saudara kandungnya ke dalam daftar antrean panjang ibadah haji. Tentu saja, kabar itu datang seperti kejutan yang sulit dipercaya bagi Tsurayya.

“Ya kaget pas tahun lalu diberitahu bakal berangkat haji 2026 ini,” ungkap Tsurayya, dikutip dari Kompas.com.

Sejak saat itu, rasa tak percaya perlahan berubah menjadi kebahagiaan yang sulit disembunyikan. Apalagi, ia tak akan berangkat sendiri. Tiga kakaknya yang juga masih berusia muda akan menemaninya dalam perjalanan ke Tanah Suci.

“Bareng tiga kakak, tidak ada yang dikasih tahu kalau sudah didaftarkan haji oleh orang tua, tahunya baru tahun lalu saat mendapat undangan berangkat,” ceritanya.

Baca Juga: —  7 Rekomendasi Penyetan Enak di Ponorogo, Sambelnya Bikin Nagih

Di tengah rutinitas sebagai siswi kelas X di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, Tsurayya mulai menata diri. Ia tak hanya mempersiapkan fisik, tetapi juga batin. Setiap pagi, ia membiasakan diri berolahraga ringan. Jogging menjadi rutinitas baru yang dijalaninya bersama saudara-saudaranya.

Selain itu, ia juga mulai mendalami manasik haji, menghafal doa-doa, dan memahami setiap rangkaian ibadah yang kelak akan dijalani di Tanah Suci.

Dukungan datang dari berbagai arah, termasuk dari sekolahnya. Pihak sekolah memberikan izin khusus agar Tsurayya bisa fokus menjalankan ibadah tanpa terbebani aktivitas belajar selama di Arab Saudi.

“Teman-teman sekolah juga kaget, senang juga tahu kalau saya berangkat. Ya baru kali ini sih ada yang haji untuk siswa,” tuturnya.

Di balik perjalanan ini, ada keputusan besar yang diambil orang tuanya sejak lebih dari satu dekade lalu. Sang ibu, Elfi Mua’awanah, mengungkapkan pilihan tersebut bukan tanpa pertimbangan.

“Karena haji wajibnya satu kali, akhirnya kami putuskan dialihkan ke anak-anak biar kuat agama lahir batin serta fisiknya sebagai bekal hidup dunia akherat,” tegas Elfi.

Baca Juga: —  Sekolah 'Nggawe' Karag MBG

Bagi keluarga ini, haji bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga investasi spiritual jangka panjang. Sebuah bekal yang diharapkan akan menguatkan anak-anak mereka, baik secara iman maupun kehidupan di masa depan.

“Sehingga mendaftarkan haji adalah salah satu urusan akherat. Sehingga didahukukan untuk membekali anak-anak,” pungkas Elfi.

Di antara ratusan jemaah haji Ponorogo yang akan berangkat, kehadiran Tsurayya menjadi warna tersendiri. Ia adalah jemaah haji termuda di antara jemaah lain yang telah memasuki usia senja.

Namun di balik perbedaan usia itu, tujuan mereka untuk memenuhi panggilan yang sama, menuju tanah yang sama, dengan harapan yang sama.

Bagi Tsurayya, perjalanan ini bukan sekadar keberangkatan. Ini adalah jawaban dari sebuah keputusan yang dibuat saat ia bahkan belum cukup usia untuk memahaminya, sebuah takdir yang kini mulai ia jalani dengan langkah pasti.***

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: