Sertifikat WBTb UNESCO untuk Reog Ponorogo Diserahkan kepada Plt Bupati Lisdyarita dan Disimpan di Museum Nasional

Sertifikat WBTb UNESCO untuk Reog Ponorogo Diserahkan kepada Plt Bupati Lisdyarita dan Disimpan di Museum Nasional

PONOROGONEWS.ID – Setelah resmi mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb), kini sertifikatnya resmi diserahkan kepada Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita.

Acara serimoni penyerah sertifikat ICH UNESCO tersebut berlangsung di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (2/12/2025). 

Sebagaimana diketahui, Reog Ponorogo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO bersama kolintang dan kebaya pada Sidang ke-19 Komite Antar-Pemerintah yang berlangsung pada 4–5 Desember 2024 di Paraguay.

Mendapatkan pengakuan dunia, Lisdyarita mengaku bersyukur karena Reog Ponorogo kini menjadi identitas nasional yang wajib dilestarikan oleh generasi muda.

“Pengakuan ini bukan hanya milik Ponorogo, tetapi juga milik seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: —  Kualitas Pertalite Buruk, Cara Pemerintah Menghapus Subsidi BBM?

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam proses panjang ini. Terutama para seniman yang dengan dedikasi tinggi menjaga kelestarian Reog Ponorogo hingga akhirnya diakui dunia,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Lisdyarita didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, serta perwakilan Sanggar Tari Kawulo Bantarangin.

Judha menjelaskan bahwa pengajuan Reog Ponorogo ke UNESCO melalui tahapan panjang dan teknis. Mulai dari pengumpulan dokumen, penelitian, pembuatan video, penyusunan dossier, proses verifikasi, hingga presentasi di hadapan badan internasional UNESCO.

“Ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen—seniman, pemerintah daerah, pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan—serta masyarakat yang selalu mendukung upaya besar ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Endah T.D. Retno Astuti, menekankan bahwa pengakuan UNESCO bukanlah akhir perjuangan. Ia menegaskan bahwa status tersebut justru membuka babak baru dalam upaya pelestarian.

Baca Juga: —  Ramai Penolakan, Diskomindag: Lahan untuk KDMP di Karangrejo Bukan Fasilitas Pendidikan

“Ini bukan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kita harus terus melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan Reog Ponorogo bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: