
PONOROGONEWS.ID – Event Reog Balloon Carnival sukses digelar di Sirkuit Motocross Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Minggu (29/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta, terdiri dari perwakilan 22 kecamatan se-Kabupaten Ponorogo serta undangan dari komunitas balon udara asal Wonosobo.
Kapolres Ponorogo, Andin Wisnu Sudibyo, menyampaikan bahwa Ponorogo tidak hanya dikenal melalui kesenian Reog dan potensi alamnya, tetapi juga sebagai salah satu daerah penghasil balon udara terbesar kedua.
Ia menegaskan, penyelenggaraan festival ini menjadi upaya mengalihkan tradisi balon udara masyarakat ke arah yang lebih aman dan terkontrol.
“Ponorogo tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan reognya, tapi juga menjadi kota terbesar kedua penghasil balon udara.”
“Pengalaman tahun sebelumnya, Ponorogo menjadi penyumbang balon udara tanpa awak yang menimbulkan berbagai kerugian. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menyalurkan hobi secara positif,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar kedepan kegiatan Reog Balloon Carnival dapat digelar lebih besar.
Rencananya, event tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, dengan pembagian satu hari untuk peserta lokal dan satu hari berikutnya untuk skala nasional.
“Kedepan, saya sudah koordinasi dengan Plt Bupati dan Kepala Dinas Kabupaten Ponorogo event Festival Reog balloon carnival akan dilakukan selama dua hari, satu hari untuk masyarakat lokal sementara hari kedua untuk nasional.”
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekedar menghadirkan keindahan visual di langit Ponorogo, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian tradisi lokal.
“Hari ini kita berkumpul menyaksikan keindahan langit yang dihiasi balon udara. Ini bukan hanya tontonan, tetapi juga wujud kepedulian terhadap tradisi masyarakat,” katanya.
Ia berharap, Reog Balloon Carnival dapat menjadi ikon baru Kabupaten Ponorogo sekaligus memberikan ruang bagi para pegiat balon udara untuk terus berkarya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi acara.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo berencana kembali menggelar event serupa pada tahun mendatang.
“Memberikan wadah bagi pecinta balon udara untuk terus berkarya serta meningkatkan UMKM lokal.”
Lisdyarita juga menghimbau masyarakat untuk tidak lagi menerbangkan balon udara yang dilengkapi bahan berbahaya seperti petasan, demi menjaga keselamatan bersama.
“Tahun depan akan kita adakan acara serupa, jadi untuk masyarakat jangan bermain balon udara yang ada merconnya lagi,” pungkasnya.




