
PONOROGONEWS.ID – PUDAM Tirta Katong Ponorogo kini tengah mengembangkan usaha baru berupa air minum dalam kemasan (AMDK) bernama Banyu Kendi. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperluas lini bisnis dan meningkatkan kemandirian perusahaan.
Langkah diversifikasi jadi gebrakan pertama sejak berdirinya perusahaan daerah tersebut, yang selama ini hanya berfokus pada penyediaan air bersih bagi masyarakat Ponorogo.
Dalam acara peluncuran Banyu Kendi, Direktur PUDAM Tirta Katong, Lardi, menjelaskan pengembangan produk AMDK ini telah dimulai sejak Agustus 2025.
“Tahap awal sudah selesai, termasuk feasibility study (FS) dan review-nya. Awalnya kami berencana membangun gedung baru, tapi akhirnya memanfaatkan gedung yang sudah ada agar lebih hemat. Renovasi sudah 98 persen,” ujarnya pada Rabu (05/11/2025) di Kantor PUDAM Tirta Katong, Jalan Pramuka, Ponorogo.
Direktur PUDAM Tirta Katong itu menambahkan, pihaknya telah menyiapkan bangunan tambahan untuk gudang hasil produksi. Kini langkah diversifikasi ini tengah sampai pada proses tender pengadaan peralatan pabrik.
“Ada lima peserta tender. Peralatannya meliputi water treatment plant, mesin pengolahan air, mesin pengemasan, filling & sealing, mesin labeling, serta peralatan laboratorium,” jelasnya kepada wartawan.
Dari sisi perizinan, PUDAM Tirta Katong sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha Industri (IUI), serta sedang mengurus izin BPOM dan Sertifikat Laik Higienis (SLHS). Lardi mengungkapkan, produk air minum ini sementara menggunakan nama “Banyu Kendi”, sembari menunggu persetujuan resmi dari KPM (Kuasa Pemilik Modal), yakni Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
“Target kami, Januari nanti sudah bisa mulai produksi. Lokasinya di dalam area kantor PDAM Ponorogo,” jelasnya.
Pengembangan AMDK ini sepenuhnya dibiayai dari modal internal perusahaan. Menurut Lardi, kehadiran Banyu Kendi diharapkan mampu bersaing dengan produk swasta, terutama dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah.
“Harapannya, semua Perangkat Daerah (PD) di Ponorogo nantinya menggunakan produk lokal, termasuk AMDK kami. Dari sisi kualitas, air kami adalah air mineral alami, atau terminated water,” ujarnya.
Untuk tahap awal, distribusi produk akan difokuskan ke unit-unit PDAM dan instansi pemerintah, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.
“Pak Bupati juga mendorong agar seluruh ASN menggunakan produk dalam daerah. Ini sejalan dengan kebijakan kartu belanja yang sedang digagas, agar uang berputar di wilayah Ponorogo saja,” tandasnya.
Produk Banyu Kendi nantinya akan tersedia dalam empat jenis kemasan, yakni galon, cup, dan botol berukuran 300 ml, 600 ml, serta 1500 ml.
“Untuk galon, bukan sistem isi ulang, tapi seperti galon komersial biasa,” imbuhnya.
Pihaknya berharap produk Banyu Kendi dapat menjadi alternatif air minum yang higienis dan aman bagi masyarakat Ponorogo.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kualitas air sekitar kita, baik di desa maupun kota, kini mulai terpengaruh oleh limbah dan bahan kimia pertanian. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk beralih ke air yang terjamin kualitasnya,” ucapnya.***



