Ponorogo Pertahankan Swasti Saba Wiwerda 2025, Bukti Komitmen Kesehatan Masyarakat

Ponorogo Pertahankan Swasti Saba Wiwerda 2025, Bukti Komitmen Kesehatan Masyarakat

PONOROGONEWS.ID – Kabupaten Ponorogo kembali mempertahankan Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Swasti Saba Wiwerda Tahun 2025 pada penilaian tingkat Provinsi Jawa Timur. Capaian ini menegaskan komitmen daerah dalam menempatkan kesehatan sebagai prioritas pembangunan.

Pembangunan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat menuju hidup sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang berjalan konsisten.

Baca Juga: —  Realisasi DBHCHT 2025 Capai 91 Persen, Salah Satunya untuk Bangun Puskesmas di Ngebel

Ia menilai indikator penilaian dari tahun ke tahun semakin kompleks. Namun Ponorogo mampu menunjukkan praktik nyata di lapangan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

Salah satu indikator dengan nilai tertinggi berada pada tatanan permukiman dan fasilitas umum sehat. Aspek ini mencakup pengelolaan sanitasi, akses air bersih, serta kebersihan lingkungan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Ponorogo semakin berorientasi pada kesehatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan.

Capaian ini juga merefleksikan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing.

Partisipasi warga dalam menjaga kebersihan ruang publik, lingkungan tempat tinggal, hingga fasilitas umum menjadi faktor penting dalam penilaian.

Menurut Dyah, keberhasilan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi bukti nyata bahwa kesehatan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Baca Juga: —  ODGJ di Kabupaten Ponorogo Capai 2.188, Dinkes dan Dinsos Bekerja Cepat

Ke depan, program KKS akan terus diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah Tahun 2026. Hal ini dilakukan agar aspek kesehatan tetap menjadi arus utama kebijakan.

Penguatan peran Forum KKS, kader, serta edukasi publik akan terus dilakukan untuk memastikan manfaat lingkungan sehat dirasakan merata.

Dengan capaian ini, Ponorogo menunjukkan bahwa pembangunan berbasis kesehatan mampu diwujudkan melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat.***

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: