Polres Ponorogo Perketat Pengawasan Karena Kasus Narkoba di Bumi Reog Cenderung Naik

Tren Kasus Narkoba di Ponorogo Naik, Polres Perketat Pengawasan

PONOROGONEWS.COM – Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo mencatat tren kenaikan signifikan kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba sepanjang periode 2024–2025.

Untuk mencegah lonjakan kasus di 2026, kepolisian mulai memperkuat langkah antisipasi di seluruh wilayah hukum Ponorogo.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, intensifikasi operasi pemberantasan narkoba akan terus dilakukan guna mempersempit ruang gerak jaringan pengedar.

Baca Juga: —  Tiket Telaga Ngebel Sudah Lengkap dengan Retribusi Parkir, Wisatawan Tidak Perlu Bayar Lagi

“Langkah pencegahan, pembinaan, dan penindakan kami tingkatkan. Targetnya, angka kasus bisa ditekan serendah mungkin,” ujar Andin dikutip dari Antara News.

Data kepolisian menunjukkan lonjakan tajam barang bukti yang berhasil diamankan. Pada 2024, polisi menyita 26.774 butir pil koplo, sementara pada 2025 jumlahnya melonjak drastis menjadi 111.546 butir.

Menurut Andin, angka tersebut menjadi sinyal peringatan serius terhadap masifnya peredaran obat terlarang di masyarakat.

Ia menegaskan, jaringan narkoba kerap menyasar remaja dan kelompok usia produktif, sehingga mengancam masa depan generasi muda Ponorogo.

“Dampaknya bukan hanya kriminalitas, tapi juga kehancuran sosial dan ekonomi keluarga,” tegasnya.

Polres Ponorogo menempatkan pemberantasan narkotika sebagai salah satu prioritas utama, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat pendekatan pencegahan berbasis masyarakat.

Selain razia dan penindakan, kepolisian juga menggencarkan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkoba di sekolah, komunitas pemuda, dan lingkungan warga.

“Kami ingin masyarakat terlibat aktif. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama,” pungkas Andin.***

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: