Perbup Wajibkan Ekstrakurikuler Reog di SD, Pemkab Ponorogo Perkuat Regenerasi Sejak Dini

Profil Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita jadi Sosok Perempuan Pertama yang Memimpin Bumi Reog

PONOROGONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Ponorogo tengah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) yang akan mewajibkan kegiatan ekstrakurikuler Reog di seluruh sekolah dasar. Langkah ini diposisikan sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat regenerasi pelaku seni Reog sejak usia dini.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita, Selasa, menyampaikan bahwa selama ini pembelajaran Reog di sekolah baru berjalan di tingkat SMP dan SMA. Ke depan, pengenalan Reyog akan dimulai sejak SD agar keterlibatan anak-anak terhadap kesenian khas Ponorogo itu semakin kuat.

“Perbup ini sedang kami rumuskan. Harapannya, semua SD di Ponorogo memiliki ekstrakurikuler Reog sehingga proses regenerasi lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Lisdyarita, penguatan pendidikan Reyog di sekolah menjadi penting setelah kesenian tersebut ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Status itu, kata dia, bukanlah pengakuan yang bersifat tetap, melainkan akan dievaluasi secara berkala.

Evaluasi berikutnya dijadwalkan pada 2027. Karena itu, pemerintah daerah perlu menunjukkan langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan praktik Reyog di masyarakat, terutama di daerah asalnya.

“Kalau tidak ada perkembangan signifikan, status itu bisa saja dicabut. Maka regulasi ini harus segera disiapkan sebagai bukti keseriusan kita,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Ponorogo bersama Dewan Kesenian Ponorogo (DKP) juga telah memetakan sedikitnya 40 jenis kesenian lokal yang masih hidup di tengah masyarakat. Kesenian-kesenian tersebut akan terus dihadirkan dalam berbagai agenda budaya agar tetap dikenal lintas generasi.

“Ponorogo tidak hanya Reog atau jaranan thek. Ada keling, ludruk, gajah-gajahan, ketoprak, dan banyak kesenian lain yang perlu ruang untuk terus tumbuh,” tutur Lisdyarita.

Ia pun mengajak pelaku seni dan masyarakat luas untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian budaya daerah, sehingga kesenian Ponorogo tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.***

Baca Juga: —  Perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Ponorogo Berlangsung Sebulan Penuh, Bupati: Bukan Sekedar Seremonial

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: