Menyongsong 2026 Kabupaten Ponorogo Siap jadi Destinasi Wisata dengan Puluhan Agenda Menarik

Serius Menjadi Pusat Destinasi Wisata di Jawa Timur, Ponorogo Luncurkan 10 Kalender Event

PONOROGONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Ponorogo mematangkan strategi pengembangan pariwisata budaya dengan menyiapkan puluhan agenda seni dan tradisi yang akan digelar sepanjang 2026. Persiapan ini dilakukan setelah Ponorogo resmi masuk dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN), yang menempatkan daerah tersebut dalam peta kota kreatif dunia.

Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan bahwa pengakuan internasional itu tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar bagi daerah. 

Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah dituntut tetap konsisten merawat dan menghidupkan budaya lokal agar tidak tergerus zaman.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Ponorogo tetap hidup dan terus berkembang,” ujar Lisdyarita di kutip dari Antara News.

Baca Juga: —  Program Nasional Koperasi Merah Putih di Ponorogo Dikebut, Masalah Lahan Jadi Tantangan Utama

Beragam kegiatan kebudayaan tersebut dirancang berlangsung di tingkat desa hingga kecamatan. Pendekatan ini diharapkan mampu meneguhkan jati diri budaya Ponorogo sekaligus menciptakan efek domino bagi pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal.

Penyusunan kalender kegiatan dilakukan oleh Pemkab Ponorogo bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora). 

Dari total agenda yang disiapkan, sejumlah kegiatan terpilih masuk dalam daftar Top 10 Karisma Event Ponorogo (KEPO) 2026.

Beberapa agenda yang masuk KEPO di antaranya Ritual Adat Selan Gong Gumbeng di Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, yang dijadwalkan pada Mei 2026. Kemudian Bedingin Bungah di Desa Sambit serta Puja Astungkara di Desa Bancangan akan digelar pada Juni 2026.

Selain itu, kalender budaya Ponorogo juga akan diisi Festival Lokangan di Desa Senepo, Kecamatan Slahung, Sedekah Budaya Ngendut di Desa Ngendut, Kecamatan Balong, Kirab Tirta Amerta Suci di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, hingga Kirab Pusaka Boyong Keprabon di Desa Sawoo yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.

Memasuki semester kedua, rangkaian acara dilanjutkan dengan Hastungkara Brata di Desa Klepu, Kecamatan Sooko, pada September 2026. 

Baca Juga: —  Ponorogo Siapkan Puluhan Event 2026, KEPO Jadi Andalan Wisata Berbasis Desa

Selanjutnya, Festival Plunturan di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, serta Carangrejo Culture Fest di Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, dijadwalkan meramaikan November 2026.

Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menyampaikan bahwa Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) kembali terdaftar dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Dengan capaian tersebut, FNRP tercatat enam tahun berturut-turut memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

Tak hanya agenda unggulan, sekitar 60 kegiatan budaya lain juga telah diprogramkan sepanjang 2026. Event berskala besar seperti Grebeg Suro dan FNRP akan dilaksanakan pada Juni 2026 dan diperkirakan mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk mancanegara.

“Kegiatan budaya ini diharapkan dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya di desa,” kata Judha Slamet Sarwo Edi.***

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: