Masjid Jami’ Tegalsari Ponorogo Siap Jadi Wisata Religi Terpadu, Kang Giri Dukung Pengembangan Kawasan Bersejarah

Masjid Jami’ Tegalsari Ponorogo Disiapkan Jadi Kawasan Wisata Religi Terpadu

PONOROGONEWS.ID – Masjid Jami’ Tegalsari di Desa Josari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata religi terpadu. Di dalam kompleks masjid peninggalan sejarah ini juga terdapat makam ulama besar Kiai Ageng Muhammad Besari dan jejak Pesantren Gebang Tinatar, yang dikenal sebagai salah satu cikal bakal lahirnya pesantren-pesantren besar di Nusantara.

Selama ini, pengelolaan kawasan tersebut dilakukan secara kolaboratif antara pihak yayasan, takmir masjid, pengurus makam, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar.

Ketua Yayasan Kiai Ageng Muhammad Besari, Hamdan Rifai, menjelaskan bahwa kunjungan peziarah cenderung meningkat pada waktu-waktu tertentu. “Biasanya, Jumat, Sabtu, dan Minggu ramai pengunjung,” ujar Hamdan.

Ia menambahkan, puncak kunjungan biasanya terjadi pada bulan Rajab hingga menjelang Ramadan. Selain itu, ada lonjakan pengunjung pada momentum Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini.

“Peran yayasan, takmir masjid, pengurus makam, dan masyarakat saling menunjang agar pengunjung merasa nyaman. Tidak sepenuhnya berada di bawah satu koordinasi, penanggung jawab setiap kegiatan berbeda-beda. Termasuk kegiatan keagamaan dan pengelolaan parkir kendaraan pengunjung,” terangnya.

Hamdan juga menyampaikan bahwa Masjid Tegalsari terbuka untuk jemaah selama 24 jam. Namun, makam Kiai Ageng Muhammad Besari hanya tutup sementara pada waktu-waktu salat fardhu serta antara Asar dan Magrib hingga Isya.

“Biasanya setelah berziarah, pengunjung melanjutkan salat di masjid,” ungkapnya.

Dukungan Pemkab Ponorogo

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, sebelumnya juga menyoroti potensi besar kawasan Masjid Jami’ Tegalsari sebagai ikon wisata religi daerah. Sama halnya dengan kawasan makam Bathoro Katong, ia berharap area Tegalsari dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata religi terpadu.

“Kami ingin area parkir yang luas serta pertokoan bisa disiapkan bagi para peziarah Tegalsari, meskipun nantinya perlu dilakukan relokasi Pasar Hewan Jetis,” kata Kang Giri –sapaan akrab Bupati Sugiri Sancoko.

Baca Juga: —  Ponorogo Perkuat Ketahanan Siber Daerah Lewat Evaluasi dan Strategi Penguatan Tim CSIRT

Warisan Sejarah Islam di Ponorogo

Masjid Jami’ Tegalsari merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia, didirikan sekitar abad ke-18 oleh Kiai Ageng Muhammad Besari, seorang ulama besar yang disegani pada masanya. Beliau juga mendirikan Pesantren Gebang Tinatar, lembaga pendidikan Islam yang menjadi pondasi lahirnya berbagai pesantren terkenal di Tanah Air.

Dengan nilai sejarah dan spiritual yang kuat, Masjid Jami’ Tegalsari kini diharapkan dapat tumbuh menjadi pusat wisata religi terpadu yang tidak hanya memperkuat identitas keislaman Ponorogo, tetapi juga mendongkrak potensi ekonomi masyarakat setempat.ADV

Author

  • Arini Sa'dah

    A passionate and detail-oriented content writer professional with a strong background in journalism and digital media.

Bagikan Artikel ini: