
PONOROGONEWS.ID – Ledakan petasan di Dukuh Cuwet, RT 02 RW 02, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, menewaskan satu orang dan melukai dua warga lainnya. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (1/3) petang dan langsung mengundang perhatian aparat kepolisian.
Insiden ledakan petasan di Kauman Ponorogo itu membuat aparat dari Tim Gegana Satbrimob Kepolisian Daerah Jawa Timur turun tangan. Sejak Senin (2/3), petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus sterilisasi area rumah korban guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa.
Petugas berseragam lengkap menyisir setiap sudut bangunan, mulai dari titik pusat ledakan hingga bagian belakang rumah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan lokasi serta mengumpulkan barang bukti terkait bahan peledak yang digunakan.
Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jatim, Dian Vicky Sandhi, mengungkapkan bahwa hasil investigasi sementara menunjukkan adanya unsur bahan peledak racikan.
“Ditemukan kandungan belerang dan potas atau booster kelengkeng. Dari temuan itu dipastikan jenisnya low explosive atau black powder,” ujarnya.
Dari kondisi lokasi ledakan petasan di Ponorogo tersebut, termasuk adanya kawah sedalam kurang lebih lima sentimeter, berat bahan peledak diperkirakan mencapai sekitar lima kilogram. Polisi juga mengamankan sisa selongsong petasan dan material booster sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Terkait penyebab pasti ledakan petasan di Desa Plosojenar, pihak kepolisian menduga adanya percikan api yang memicu reaksi bahan peledak. Namun, sumber pemicu ledakan masih menunggu hasil uji laboratorium forensik.
Kasus ledakan petasan di Kauman Ponorogo ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak meracik atau menyimpan bahan peledak secara sembarangan, mengingat risiko fatal yang dapat ditimbulkan.




