
PONOROGONEWS.ID – Usai meraih prestasi bergengsi di kancah Internasional sebagai salah satu anggota Kota Kreatif Dunia UNESCO, Kabupaten Ponorogo akan menggelar Ponorogo Intimate Night pada Sabtu malam (08/11/2025) di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo.
Hal ini merupakan langkah serius Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk membuktikan bahwa Ponorog memang layak masuk sebagai anggota UNESCO Creative Cities Nerwork (UCCN) kategori Craft and Folk Art.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menuturkan kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran ruang kreatif bagi masyarakat serta upaya memperkuat citra Ponorogo sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO.
“Mulai malam Minggu besok, karena kita menyambut dan menerjemahkan UCCN, maka di sepanjang jalur Jalan Urip Sumoharjo, dulu pernah kami mulai dengan Pancasila Night, akan kita hidupkan kembali dengan nama Ponorogo Intimate,” ujar Kang Giri, sapaan akrab Bupati Ponorogo, Rabu (05/11/2025) kemarin.
Bupati Ponorogo tersebut menyampaikan acara ini akan menjadi tempat berkumpulnya para pelaku seni dan insan kreatif dari berbagai bidang.
“Ini tempat bertemunya orang kreatif, mulai dari kreatif makanan, kesenian, lukisan, budaya, anak muda, olahraga, komplit semua di sana, di malam minggu,” tuturnya.
Ia menambahkan sejumlah tokoh nasional di dunia seni telah menyatakan kesediaannya hadir untuk meramaikan Ponorogo Intimate Night.
“Setelah ada rencana Ponorogo Intimate, saya mencoba menghubungi teman-teman dari Jakarta, dan Alhamdulillah Mas Piyu dari Band Padi kerso rawuh pada malam Minggu besok. Lalu berikutnya ada Mas Totok Tewel dan Mas Yani Andromeda dari grup rock Andromeda yang juga siap hadir. Dalang Pur dari Ngawi pun kerso rawuh,” ujarnya.
Rencananya, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin setiap Sabtu malam dengan melibatkan berbagai komunitas, seniman lintas daerah, serta pelaku ekonomi kreatif. Bupati Ponorogo juga mengajak masyarakat dari wilayah sekitar untuk turut meramaikan acara ini.
“Setiap malam minggu akan ada bintang-bintang yang memang rela dan ikhlas tampil demi peradaban yang lebih baik, dalam rangka mendukung Ponorogo menjadi Kota Kreatif Internasional. Dulur-dulur dari Trenggalek, Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan, Nganjuk, dan sekitarnya, ayo malam mingguan di Ponorogo,” ajak Kang Giri.
Sementara itu, Veri Setiawan, selaku Focal Point UCCN Ponorogo, menjelaskan Ponorogo Intimate Night merupakan bagian dari strategi awal branding Kota Kreatif Dunia UNESCO.
“Ponorogo Intimate ini merupakan bagian dari branding awal Kota Kreatif Dunia. Walaupun kita berada di kategori Craft and Folk Arts, kita membuka peluang cross cutting dengan kategori lain seperti musik, film, media art, dan literatur,” terang Veri.
Veri mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi bagi masyarakat dan pelaku seni agar kreativitas tidak hanya terfokus pada seni Reog, tetapi juga berkembang ke berbagai cabang seni dan sektor kreatif lainnya.
“Kita ingin menghidupkan Jalan Urip Sumoharjo dengan berbagai kegiatan mulai dari seni hingga musik, agar Ponorogo tidak hanya dikenal dengan Reog saja,” imbuhnya.
Selain memperkuat promosi budaya, Ponorogo Intimate Night juga menjadi bagian dari ekosistem kegiatan tahunan dalam jejaring kota kreatif. Pemkab Ponorogo sebelumnya telah memulainya melalui Ponorogo Creative Festival (PCF) yang rutin digelar setiap tahun sebagai wadah pertemuan para seniman, pengrajin, dan pelaku UMKM.
“Jejaring kota kreatif ini berbasis komunitas. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, komunitas, akademisi, dan pelaku ekonomi kreatif hingga media harus berkolaborasi agar Ponorogo menjadi kota yang hidup dan berdaya,” pungkas Veri.***




