Komitmen Hijau Ponorogo: Pemerintah dan Komunitas Bergerak Kawal Keberhasilan Nandur Panguripan

Komitmen Hijau Ponorogo: Pemerintah dan Komunitas Bergerak Kawal Keberhasilan Nandur Panguripan

PONOROGONEWS.ID – Program penghijauan “Nandur Panguripan” di Ponorogo terus berjalan konsisten. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Komunitas Hijau Lestari turun langsung melakukan inspeksi sementara terhadap kondisi bibit yang sudah ditanam di berbagai titik.

“Kami mengajak perwakilan perangkat daerah yang menjadi bapak asuh tanaman-tanaman itu untuk melihat perkembangan secara langsung,” ujar Ervina Nurdiyanti, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan, dan Konservasi SDA dan LH DLH Ponorogo dikutip dari laman resmi Kabupaten Ponorogo.

Cek Lapangan untuk Tingkatkan Persentase Hidup Tanaman

Ervina menjelaskan, para bapak asuh bertanggung jawab memastikan tanaman tumbuh dengan baik, terlambat berkembang, atau mengalami kerusakan. Evaluasi ini penting untuk menaikkan tingkat keberhasilan hidup tanaman yang saat ini berada di angka 52 persen.

Baca Juga: —  Bunda Lisdyarita Dorong ASN Ponorogo Tingkatkan Kinerja di Tengah Keterbatasan Anggaran

“Data harus sesuai dengan kondisi lapangan. Keberhasilan penghijauan bukan dihitung dari berapa banyak pohon ditanam, tetapi berapa yang berhasil hidup,” terangnya.

DLH juga menyiapkan sekitar 20 ribu bibit baru untuk mengganti tanaman yang mati atau rusak. “Kami tidak ingin ada lahan yang kosong. Setiap pohon yang mati harus ada gantinya,” tegas Ervina.

Momentum musim hujan dimanfaatkan untuk mempercepat penanaman di lahan-lahan kritis. Penghijauan di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, serta Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, telah diselesaikan. Menyusul Desa Wates yang segera menanam 300 bibit durian, nangka, dan alpukat bantuan dari DLH Jawa Timur.

Namun, menurut Ervina, tantangan tidak hanya soal teknis. Mindset sebagian masyarakat juga masih menjadi hambatan.

“Masih ada anggapan bahwa menanam pohon tidak memberi manfaat ekonomi langsung. Padahal, pertanian justru bergantung pada hutan. Jika pohon hilang, air berkurang, dan pertanian makin sulit,” jelasnya.

Ketua Komunitas Hijau Lestari, Endang Widayati, menilai keterlibatan para bapak asuh di lapangan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan contoh nyata kepada warga.

Baca Juga: —  Bunda Lisdyarita Izin Gunakan Anggaran untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan

“Ini kerja bersama. Pemerintah hadir, masyarakat ikut melihat dan menilai. Kita perlu menunjukkan bahwa menanam itu perbuatan bernilai,” katanya.

Endang menegaskan bahwa penghijauan tidak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga terkait ekonomi, sosial, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Ia meminta setiap temuan pohon mati segera dilaporkan agar penggantian bisa dilakukan cepat.

“Kalau pohon tumbuh, mata air pulih. Jika air pulih, pertanian mudah, masyarakat ikut sejahtera. Itu tujuan akhirnya,” ujarnya.***

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: