
PONOROGONEWS.ID – Rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Ponorogo sudah dimulai. Hari ini, Senin (20/10/2025) diselenggarakan Simaan Al-Quran di Pendopo Agung dan di kantor kecamatan seluruh Kabupaten Ponorogo.
Oleh karenanya, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung serangkaian perayaan Hari Santri Nasional 2025 ini.
“Maka Hari Santri ini harus menjadi gerakan bersama. Siapapun yang tinggal di Ponorogo, minum air di Ponorogo, menginjak tanah Ponorogo, mari kita dukung semangat Hari Santri. Nilai santri itu luar biasa,” terangnya saat pers rilis, Minggu (19/10/2025).
Tak hanya itu, akan ada perayaan yang spektakuler dengan menghadirkan Charlie Vanhouten sebagai guest star. Kemudian pada 21 Oktober besok akan digelar sarasehan terkait diskusi pesantren yang akan diusulkan sebagai ICH UNESCO.
“Yang diusulkan adalah nilainya, pelajarannya, kurikulumnya, yang tidak dimiliki oleh pendidikan lain. Kekhasan nilai pendidikan di pesantren inilah yang akan kita usulkan sambil menciptakan pemahaman bahwa mondok itu baik, bagus,” imbuhnya.
Kang Giri juga menyampaikan akan digelar event lari bertajuk Santri Run pada 9 November 2025 nanti. Pihaknya ingin rute Santri Run digelar dari Bathoro Katong sampai ke Masjid Tegalsari. Menurutnya ini adalah cara yang elok dan teduh untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.
“Saya ingin menyampaikan pesan bahwa ada estafet yang harus diterima bersama-sama. Dari Bathoro Katong ke Tegalsari ini adalah simbol bahwa perjalanan ini ada masanya, ada pemimpinnya, dan ada estafetnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Santri Vaganza, Baharuddin Harahap, menambahkan bahwa konsep perayaan Hari Santri tahun ini dikemas semenarik mungkin agar mampu menjangkau generasi muda. Pihaknya ingin menghapus stigma lama terhadap pesantren dan memperkenalkan santri sebagai sosok yang kreatif, modern, dan inspiratif.
“Pada prinsipnya, judul Santri Vaganza ini juga untuk mempertimbangkan gerakan Ayo Mondok. Caranya adalah dengan membuat kegiatan agar santri terlihat funky, keren, supaya anak-anak usia belajar tergerak hatinya agar masuk pondok,” ujar Baharuddin.***




