Ini Kunci Sukses Ponorogo dan Malang Bisa Tembus Jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO

Ponorogo dan Malang Bisa Tembus Jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO

PONOROGONEWS.ID – Kota Malang dan Kabupaten Ponorogo secara mengejutkan masuk dalam Jaringan Kota Kreatif Dunia atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kedua kota ini mampu membangun ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

Bergabung dengan UCCN (UNESCO Creative Cities Network) menunjukkan bahwa Kota Malang dan Kabupaten Ponorogo telah diakuai secara internasional sebagai ekosistem budaya dan kreativitas yang berbasis tradisi, sebagai pendorong ekonomi dan pelestarian budaya.

Rupanya capaian tersebut berkat keberhasilan pendekatan kolaborasi heksaheliks dalam membangun ekosistem kreatif di Indonesia.

Menurut Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, keberhasilan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif di dunia.

“Keberhasilan Ponorogo dan Malang menjadi bagian dari UCCN membuktikan bahwa potensi ekonomi kreatif Indonesia mampu bersaing di tingkat global,” ucapnya dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (1/11/2025) lalu.

Dalam hal ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berperan penting sebagai focal point dalam proses seleksi UCCN. Mereka bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Sebagai informasi, lembaga ini memfasilitasi kesiapan daerah, memberikan pendampingan teknis, serta memastikan kreativitas menjadi inti dari pembangunan daerah.

Teuku Riefky Harsya melanjutkan, proses seleksi dilakukan dengan ketat melalui tim penilai khusus dan mekanisme evaluasi berlapis. Menurutnya pencapaian ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai sektor kunci. Kreativitas lokal, kata dia, akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang dimulai dari daerah.

Sebelumnya, Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, secara resmi mengumumkan penetapan ini pada World Cities Day 2025 (31 Oktober). Dalam pengumumannya, UNESCO menambahkan 58 kota baru ke dalam jaringan UCCN yang kini telah mencakup 408 kota di lebih dari 100 negara.

Baca Juga: —  Dakapo Festival 2026, SMPN 2 Kauman Mantapkan Langkah Cetak Generasi Penerus Reog

Kota-kota kreatif ini dianggap berhasil menjadikan budaya dan kreativitas sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan, menarik investasi, serta memperkuat kohesi sosial.

Ponorogo dipilih karena unggul dalam Kriya dan Seni Rakyat (Crafts and Folk Art), sementara Malang diakui atas keahliannya di bidang Seni Media (Media Arts).

Sebelum bergabungnya dua kota baru ini, Indonesia sudah memiliki lima kota kreatif UNESCO, yakni Pekalongan (Kriya dan Seni Rakyat, 2014), Bandung (Desain, 2015), Ambon (Musik, 2019), Jakarta (Sastra, 2021), dan Surakarta (Kriya dan Seni Rakyat, 2023). Dengan tambahan Malang dan Ponorogo, kini Indonesia memiliki tujuh kota kreatif UNESCO.***

Author

  • Arini Sa'dah

    A passionate and detail-oriented content writer professional with a strong background in journalism and digital media.

Bagikan Artikel ini: