Hilal Tak Terlihat di Ponorogo, Kemenag Kirim Laporan Resmi untuk Sidang Isbat Ramadan 1447 H

Hilal Tak Terlihat di Ponorogo, Kemenag Kirim Laporan Resmi untuk Sidang Isbat Ramadan 1447 H

PONOROGONEWS.ID – Pelaksanaan rukyatul hilal di Kabupaten Ponorogo pada Selasa (17/2/2026) berakhir tanpa hasil. Tim dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo memastikan hilal tidak terlihat saat pengamatan yang digelar di Balai Rukyat Ibnu Syatir Pondok Pesantren Al Islam Joresan, Kecamatan Mlarak.

Rukyatul hilal ini menjadi bagian dari agenda nasional penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah yang dilakukan serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Proses Rukyat Sesuai Prosedur

Plt Kepala Kemenag Ponorogo, Thohari, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pemantauan telah mengikuti standar pemerintah. Sejumlah unsur hadir, mulai dari ulama, ahli falak, hingga perwakilan ormas Islam.

“Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo telah melaksanakan rukyatul hilal di Balai Rukyat Ibnu Syatir Pondok Pesantren Al Islam Joresan. Sampai saat ini sudah pukul 17.54, sebagaimana hasil hitungan bahwa matahari sudah terbenam dan sudah kita tanyakan ke semua perukyat yang hadir pada hari ini, tidak berhasil melihat hilal,” ujar Thohari.

Hasil Langsung Dilaporkan ke Kemenag RI

Hasil rukyat yang nihil selanjutnya dikirimkan sebagai laporan resmi kepada Kementerian Agama Republik Indonesia Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan sidang isbat nasional di Jakarta.

“Hasil ini tentu akan segera kita laporkan ke Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan untuk isbat penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah,” lanjutnya.

Hilal Masih di Bawah Kriteria Imkan Rukyat

Secara teknis, kondisi hilal pada waktu pengamatan memang tidak memenuhi syarat untuk dapat terlihat.

“Posisi hilal memang saat ini masih -1 derajat 11 menit. Oleh karena itu, memang secara teori ini belum masuk dalam imkan rukyat. Kemungkinan hilal untuk dirukyat bahkan mustahil,” jelas Thohari.

Posisi minus tersebut berarti bulan baru belum masuk fase munculnya hilal sehingga tidak memungkinkan untuk diamati secara kasat mata dari Ponorogo.

Baca Juga: —  Cegah Penularan, Lapas Ngawi Gelar Skrining TBC bagi Warga Binaan

Imbauan: Tetap Rukun Jika Ada Perbedaan Awal Ramadan

Menjelang Ramadhan, Kemenag Ponorogo mengingatkan masyarakat agar menjaga kerukunan sekalipun berpotensi terjadi perbedaan awal puasa.

“Terkait dengan kemungkinan adanya perbedaan awal Ramadhan 1447 Hijriah, kami berharap Ramadhan ini prinsip kita adalah bulan untuk menjalin persaudaraan ukhuwah islamiyah. Oleh karena itu, mari bersama momen ini kita jadikan untuk mempererat tali persaudaraan kita. Terkait dengan perbedaan awal Ramadhan mari kita saling menghormati, saling menghargai, dan jaga toleransi,” tuturnya.

Kemenag menekankan bahwa perbedaan penetapan awal bulan merupakan hal wajar dalam khazanah Islam. Masyarakat diimbau menyikapinya dengan tetap mengutamakan persatuan.***

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: