
PONOROGONEWS.ID – Kondisi darurat medis rentan terjadi di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo memberikan pelatihan penanganan kegawatdaruratan bagi tim pelaksana Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Ponorogo, Pita Nurhayani, mengatakan bahwa para petugas UKS dan poskestren harus memiliki kemampuan dasar dalam menangani situasi medis yang muncul secara tiba-tiba dan berpotensi mengancam keselamatan. Pelatihan ini digelar di Hall Hotel Gajah Mada, Selasa (02/12/2025).
“Mereka harus siap memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi medis mendadak atau cedera berat yang membutuhkan tindakan cepat,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi resusitasi jantung paru (RJP/CPR), penanganan luka ringan seperti lecet atau babras, hingga cara merespons berbagai situasi darurat medis lainnya.
“Misalnya memberikan pertolongan saat peserta upacara pingsan atau siswa jatuh hingga terluka. Kasus-kasus seperti ini cukup sering terjadi di sekolah,” tambah Pita.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan memberikan pertolongan darurat dapat menekan resiko fatal pada korban.
Dalam kondisi yang sangat mendesak, petugas UKS maupun poskestren diharapkan segera menghubungi Public Safety Center (PSC) 119. “PSC Dinas Kesehatan aktif 24 jam. Begitu dihubungi, ambulans akan segera dikirim ke lokasi,” tegasnya.
Pita juga berharap peserta mampu mempraktikkan dengan benar seluruh materi yang diberikan, terutama teknik CPR yang membutuhkan ketahanan fisik.
“Resusitasi jantung paru itu membutuhkan tenaga kuat dan teknik yang tepat,” jelasnya.
Ia meminta seluruh peserta menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota tim UKS dan poskestren lain di lembaganya masing-masing. Dinkes Ponorogo berkomitmen terus meningkatkan kemampuan penanganan darurat medis di lingkungan pendidikan.
“Harapannya, sekolah dan pesantren mampu memberikan respons cepat, tepat, dan profesional saat kondisi darurat terjadi,” pungkasnya.***




