Artikel

Menjadi Guru: Antara Profesionalitas dan Formalitas

Dulu, sewaktu SD, kami sekelas pernah ditanya soal cita-cita oleh guru. Pertanyaannya sederhana, seperti pertanyaan yang muncul tiap tahun ajaran baru: “Kelak mau jadi apa?” Saya, dengan kejujuran seorang bocah yang belum mengenal hirarki kemuliaan profesi, menjawab, “Saya ingin menjadi tukang becak.” Di mata saya waktu itu, tukang becak adalah pekerjaan yang sangat logis: gowes

Bagikan Artikel ini:

Menjadi Guru: Antara Profesionalitas dan Formalitas Read More »

Doa Politik yang Terkadang Blunder

Ponorogo itu unik—setidaknya menurut sebagian warganya sendiri. Reog misalnya: sebuah kesenian berupa tari topeng, tetapi topengnya gedhine ora ndlomok, mungkin salah satu yang terbesar di dunia. Sebuah seni yang membuat Ponorogo merasa berbeda, atau dalam bahasa yang lebih sederhana: ora enek sing madani. Belum lagi sejarah negeri ini yang diam-diam banyak dimulai dari kota ini.

Bagikan Artikel ini:

Doa Politik yang Terkadang Blunder Read More »

Andai Ipong Jadi Bupati, Apakah Lebih Baik dari Sugiri?

Masih hangat pembicaraan soal OTT KPK terhadap Bupati Ponorogo di media sosial. Ya… masih hangat-hangat —maaf— tai ayam: tajam di awal, lalu hilang dalam waktu sekejap. Lima hari lagi, sebagian besar orang akan kembali sibuk dengan rutinitas, seolah peristiwa itu hanya jeda kecil dalam drama online mereka. Kecuali, tentu saja, bagi mereka yang memang pekerjaannya

Bagikan Artikel ini:

Andai Ipong Jadi Bupati, Apakah Lebih Baik dari Sugiri? Read More »

Beda Nasib Bupati Pati dan Ponorogo, Publik Merasa ‘Ada yang Aneh’ dalam Penegakan Hukum

Publik dibuat gelisah usai dua kasus serupa disandingkan, kasus dugaan suap/gratifikasi antara Bupati Pati dan Ponorogo. Keduanya dianggap menghasilkan respon berbeda dari penegakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebagaimana diketahui bersama, Sugiri Sancoko yang saat itu menjabat sebagai Bupati Ponorogo secara mengejutkan terkena OTT. Masyarakat Ponorogo sontak geger, tak percaya. Dari sekian banyak diskusi warganet

Bagikan Artikel ini:

Beda Nasib Bupati Pati dan Ponorogo, Publik Merasa ‘Ada yang Aneh’ dalam Penegakan Hukum Read More »

Monumen Reog Ponorogo, Sebuah Ambisi Kecil Penguasa

Ponorogo sudah sepantasnya bangga karena di daerah ini berdiri sebuah monumen tertinggi se-Indonesia. Monumen Reog, setinggi 126 meter, berdiri tegak di Gunung Gamping, Sampung, seakan ingin berkata kepada siapa saja yang lewat: “Ini rumahnya Reog.” Di sekitarnya kelak ada Museum Peradaban, tempat sejarah dan artefak Ponorogo dirawat dengan cahaya lampu yang temaram dan narasi resmi

Bagikan Artikel ini:

Monumen Reog Ponorogo, Sebuah Ambisi Kecil Penguasa Read More »

Fokus Kegiatan HSN 2025 di Kabupaten Ponorogo, Sebagai Upaya Hapus Stigma Lama Pesantren

Antara Merasa Kehilangan dan Pengaburan Fakta Kasus Korupsi

Kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret nama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, benar-benar menimbulkan guncangan di tengah masyarakat. Di saat Ponorogo sedang berbahagia karena kota kecil ini masuk dalam deretan kota bergengsi di dunia sebagai Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau jaringan Kota Kreatif Dunia Unesco, tiba-tiba saja beberapa pejabat termasuk Bupati Sugiri terseret kasus

Bagikan Artikel ini:

Antara Merasa Kehilangan dan Pengaburan Fakta Kasus Korupsi Read More »

OTT di Ponorogo dan Kebiasaan Kita Membela yang Tak Perlu Dibela

Beberapa hari lalu, muncul kabar yang cukup membuat rakyat jelata agak “ndomblong”: KPK menyita Jeep Rubicon dan BMW dari kediaman Direktur RSUD Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma. Barang-barang mewah itu bukan sekadar simbol gaya hidup, melainkan tanda lain bahwa korupsi di negeri ini bisa sangat “berkelas.” Saya kira dari sinilah banyak dari kita mulai makin percaya:

Bagikan Artikel ini:

OTT di Ponorogo dan Kebiasaan Kita Membela yang Tak Perlu Dibela Read More »

Hikmah di Balik Tertangkapnya Sugiri

Terus terang, saya sempat ragu menulis tentang kasus Sugiri. Bukan karena takut keliru atau dianggap membela, tetapi karena Sugiri—di mata banyak warga Ponorogo—bukan sosok yang pantas diputuskan bersalah hanya karena satu peristiwa. Selama menjabat sebagai pemimpin daerah, ia dikenal merakyat, mau turun ke lapangan, dan tidak menunjukkan sikap “kemlinthi” sebagaimana stereotype pejabat pada umumnya. Dan

Bagikan Artikel ini:

Hikmah di Balik Tertangkapnya Sugiri Read More »