Opini

Unsplash

Menjaga Nurani Ilmu di Tengah Dominasi Kecerdasan Buatan

Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), telah mengubah cara manusia memperoleh, mengolah, dan menggunakan pengetahuan. Dalam dunia pendidikan, teknologi AI mulai dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pencarian referensi hingga membantu penyusunan tugas akademik. Fenomena ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan kini hadir semakin cepat dan praktis seiring pesatnya perkembangan teknologi. Namun, […]

Bagikan Artikel ini:

Menjaga Nurani Ilmu di Tengah Dominasi Kecerdasan Buatan Read More »

Foto: unsplash

Di Tengah Banjir Informasi, Mengapa Mahasiswa Perlu Filsafat Ilmu?

Mahasiswa sering dianggap sebagai kelompok intelektual yang diharapkan mampu berpikir kritis dan rasional. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit mahasiswa yang masih memandang ilmu sebatas kumpulan teori yang harus dihafal. Cara pandang semacam ini menjadi tantangan tersendiri, terutama di era digital ketika informasi datang begitu cepat dan mudah diakses. Media digital membuka peluang besar bagi mahasiswa

Bagikan Artikel ini:

Di Tengah Banjir Informasi, Mengapa Mahasiswa Perlu Filsafat Ilmu? Read More »

Ketika Semua Merasa Paling Benar: Krisis Otoritas Ilmu di Era Media Sosial

Di era media sosial, kebenaran seolah tak lagi ditentukan oleh proses berpikir yang panjang dan dapat dipertanggungjawabkan. Cukup dengan video singkat, narasi meyakinkan, dan jumlah penonton yang besar, sebuah opini personal dapat berubah menjadi rujukan bersama. Media sosial, terutama platform seperti TikTok menjadi ruang di mana setiap orang bukan hanya bebas berbicara, tetapi juga merasa

Bagikan Artikel ini:

Ketika Semua Merasa Paling Benar: Krisis Otoritas Ilmu di Era Media Sosial Read More »

Antara

Tambang Pasir di Ponorogo: Berhenti Sekarang Juga atau Menunggu Bencana

Ada kenyataan-kenyataan yang sebenarnya semua orang tahu, tetapi pura-pura tidak terjadi. Tambang pasir, misalnya. Ini bukan warung kopi angkringan yang bisa dibongkar-pasang, bukan pula narkoba yang bisa disembunyikan di balik celana dalam. Tambang itu besar, bising, berdebu, dan terlihat jelas bahkan dari jalan kampung. Ada alat berat, ada bukit yang tergerus, ada truk yang hilir-mudik

Bagikan Artikel ini:

Tambang Pasir di Ponorogo: Berhenti Sekarang Juga atau Menunggu Bencana Read More »

Ponorogo: Budaya, Monumen dan Sampah

Ponorogo kota Kreatif, mungkin benar. Sebab organisasi besar UNESCO pun sudah mengakuinya. Masa kita sebagai masyarakat Ponorogo sendiri tidak mengakuinya? Lucu juga kalau sampai begitu. Lagi pula, kita punya kebanggaan lain berupa patung raksasa yang menyimbolkan kesenian khas kita, Reog. Konon, patung itu akan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Bangga? tentu saja. Siapa

Bagikan Artikel ini:

Ponorogo: Budaya, Monumen dan Sampah Read More »

Ponorogo Pasca Sugiri

Eks Bupati Ponorogo, Sugiri, bagi sebagian masyarakat, bukanlah sosok yang jelek-jelek amat. Sesekali ia muncul sebagai orang biasa: bermain botol minuman, tertawa lepas, bermain gitar, dan bercanda seperti warga lain yang sedang menikmati sore. Sederhana, bahkan terlalu sederhana untuk ukuran seorang pejabat daerah. Dan tentu saja, pembukaan seperti ini bukan untuk menaruh kasusnya di ruang

Bagikan Artikel ini:

Ponorogo Pasca Sugiri Read More »

Kualitas Pertalite Buruk, Cara Pemerintah Menghapus Subsidi BBM?

Negara sering bicara tentang efisiensi, efektivitas, dan penyesuaian kebijakan. Di ruang rapat mungkin terdengar masuk akal. Namun di rumah-rumah kecil, yang terdengar justru kompor yang makin boros, pupuk yang makin tipis, dan motor yang mendadak gampang ngambek. Kita tidak sedang menolak kebijakan—kita hanya bertanya pelan: mengapa yang paling dulu terasa selalu dari arah dapur dan

Bagikan Artikel ini:

Kualitas Pertalite Buruk, Cara Pemerintah Menghapus Subsidi BBM? Read More »

Kutukan Wahabi Lingkungan

Sebagian dari kita mestinya masih segar ingatannya soal “wahabi lingkungan” yang dicetuskan oleh Gus Ulil. Ya, soal mereka yang dianggap konservatif menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana ekologis, dan bencana alam tentunya. Tentu, tulisan ini tidak lantas ingin menyelisihi Gus Ulil, saya tidak berani, saya takut kuwalat, khawatir ilmu saya tidak barokah; dan tulisan ini

Bagikan Artikel ini:

Kutukan Wahabi Lingkungan Read More »