Artikel

Kereta Kelinci Dilarang Tapi Truk Tambang yang Lebih Merusak Diizinkan

Kereta Kelinci Dilarang Tapi Truk Tambang yang Lebih Merusak Diizinkan

Ponorogonews.id—Ada hal-hal di desa yang sejak lama kita terima tanpa banyak tanya. Jalan rusak, debu beterbangan, suara kendaraan besar lewat tengah kampung, semua dianggap bagian dari keseharian. Kita belajar menyingkir, menunggu, dan berhenti sejenak—karena begitulah hidup berjalan. Tapi belakangan, ada satu pemandangan yang terasa janggal: Kereta Kelinci Dilarang Tapi Truk Tambang yang Lebih Merusak Diizinkan. […]

Bagikan Artikel ini:

Kereta Kelinci Dilarang Tapi Truk Tambang yang Lebih Merusak Diizinkan Read More »

Kebenaran Objektif vs Klaim Subjektif : Di Mana Posisi Ilmu Pengetahuan Hari Ini?

Di tengah derasnya arus informasi yang mengalir melalui ponsel pintar, batas antara kebenaran yang telah terverifikasi dan sekadar pandangan pribadi kian kabur. Kita hidup dalam periode yang kerap disebut sebagai era pasca-kebenaran (post-truth), yakni situasi ketika daya tarik emosional dan keyakinan personal lebih berpengaruh dalam membentuk opini publik dibandingkan fakta yang dapat diuji secara objektif.

Bagikan Artikel ini:

Kebenaran Objektif vs Klaim Subjektif : Di Mana Posisi Ilmu Pengetahuan Hari Ini? Read More »

Ilmu, Opini, dan Media Sosial: Mengapa Kita Perlu Filsafat Ilmu

Di era media sosial, kita hidup di tengah arus informasi dan opini yang menyebar sangat cepat. Setiap hari, ponsel kita dipenuhi notifikasi unggahan, pembaruan status, cuitan, dan video.  Sebagian diantaranya berisi data faktual, tetapi tidak sedikit pula yang hanya berupa asumsi atau penilaian subjektif yang dikemas seolah-olah ilmiah, tanpa proses penyaringan maupun verifikasi dari sumber

Bagikan Artikel ini:

Ilmu, Opini, dan Media Sosial: Mengapa Kita Perlu Filsafat Ilmu Read More »

Credit: unsplash

Urgensi Filsafat Ilmu dalam Menjaga Keseimbangan Ekologis Indonesia

Indonesia kini menghadapi tantangan serius dalam menjaga keseimbangan ekologis. Hampir setiap tahun, berbagai daerah dilanda bencana alam seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan. Di akhir tahun 2025, banjir besar kembali melanda sebagian wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Aceh. Ribuan rumah terendam, lahan pertanian rusak, dan korban jiwa berjatuhan. Peristiwa ini tidak lagi dapat dipahami semata-mata

Bagikan Artikel ini:

Urgensi Filsafat Ilmu dalam Menjaga Keseimbangan Ekologis Indonesia Read More »

Refleksi Klaim Kebenaran Ilmiah di Tengah Krisis Psikologis Generasi Muda

Isu kesehatan mental generasi muda belakangan ini semakin sering diperbincangkan. Istilah seperti burnout, kecemasan, depresi, hingga kehilangan makna hidup kerap muncul dalam percakapan sehari-hari maupun di berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, X (Twitter), dan lainnya. Fenomena ini menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Di satu sisi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi—yang berlandaskan sains dan

Bagikan Artikel ini:

Refleksi Klaim Kebenaran Ilmiah di Tengah Krisis Psikologis Generasi Muda Read More »

Unsplash

Menjaga Nurani Ilmu di Tengah Dominasi Kecerdasan Buatan

Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), telah mengubah cara manusia memperoleh, mengolah, dan menggunakan pengetahuan. Dalam dunia pendidikan, teknologi AI mulai dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pencarian referensi hingga membantu penyusunan tugas akademik. Fenomena ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan kini hadir semakin cepat dan praktis seiring pesatnya perkembangan teknologi. Namun,

Bagikan Artikel ini:

Menjaga Nurani Ilmu di Tengah Dominasi Kecerdasan Buatan Read More »

Foto: unsplash

Di Tengah Banjir Informasi, Mengapa Mahasiswa Perlu Filsafat Ilmu?

Mahasiswa sering dianggap sebagai kelompok intelektual yang diharapkan mampu berpikir kritis dan rasional. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit mahasiswa yang masih memandang ilmu sebatas kumpulan teori yang harus dihafal. Cara pandang semacam ini menjadi tantangan tersendiri, terutama di era digital ketika informasi datang begitu cepat dan mudah diakses. Media digital membuka peluang besar bagi mahasiswa

Bagikan Artikel ini:

Di Tengah Banjir Informasi, Mengapa Mahasiswa Perlu Filsafat Ilmu? Read More »

Ketika Semua Merasa Paling Benar: Krisis Otoritas Ilmu di Era Media Sosial

Di era media sosial, kebenaran seolah tak lagi ditentukan oleh proses berpikir yang panjang dan dapat dipertanggungjawabkan. Cukup dengan video singkat, narasi meyakinkan, dan jumlah penonton yang besar, sebuah opini personal dapat berubah menjadi rujukan bersama. Media sosial, terutama platform seperti TikTok menjadi ruang di mana setiap orang bukan hanya bebas berbicara, tetapi juga merasa

Bagikan Artikel ini:

Ketika Semua Merasa Paling Benar: Krisis Otoritas Ilmu di Era Media Sosial Read More »

Bu, Tak Bisiki: “Legalisasi Tambang Bukan Solusi…”

Belakangan ini, kita seperti hidup di tengah pemerintahan yang gemar membuat pernyataan-pernyataan aneh—atau, kalau mau lebih sopan, lucu. Program MBG yang menyebabkan banyak keracunan dianggap wajar, sebab dari jutaan porsi yang dibagikan, “hanya” ribuan yang bermasalah. Bencana besar di Sumatra pun dijelaskan sebagai semata-mata urusan cuaca, seolah-olah alam bekerja sendirian, tanpa campur tangan manusia, tanpa

Bagikan Artikel ini:

Bu, Tak Bisiki: “Legalisasi Tambang Bukan Solusi…” Read More »

Soal Ngasinan dan Kebiasaan Kita Menganggap Perilaku Korup Itu Biasa

PONOROGONEWS.ID – Ada kabar yang ketika dibaca, tidak langsung membuat marah. Ia justru membuat dahi berkerut pelan. Seperti laporan dari Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Tentang audiensi warga soal hasil tes perangkat desa. Tentang nilai yang dianggap janggal. Tentang jawaban resmi yang terdengar sangat rapi. Warga datang membawa kegelisahan. Bukan kegelisahan yang berisik, tapi yang

Bagikan Artikel ini:

Soal Ngasinan dan Kebiasaan Kita Menganggap Perilaku Korup Itu Biasa Read More »