
PONOROGONEWS.ID – Softdrink atau minuman berkarbonasi bila dikonsumsi berlebihan dapat berdampak buruk pada lapisan enamel gigi serta memperparah iritasi lambung bagi sebagian orang. Minuman bersoda umumnya mengandung kadar gula yang sangat tinggi, bahkan pada varian “diet” pun masih mengandung pemanis buatan dalam jumlah cukup signifikan.
Gula berlebih ini menyebabkan konsumsi kalori yang tinggi, berpotensi memicu penambahan berat badan dan risiko obesitas. Pemanis buatan sendiri memiliki kontroversi terkait efek jangka panjangnya pada metabolisme tubuh dan resistensi insulin.
“Meskipun soda secara teknis berkontribusi pada asupan cairan, tapi sangat sedikit manfaat nutrisinya,” ungkap ahli diet di Kanada, Brittany Brown, RD, IBCLC, CDE, dikutip dari Real Simple.
Softdrink juga mengandung berbagai zat tambahan seperti pewarna buatan, pengawet, kafein, serta sodium yang berlebihan. Pewarna dan pengawet dapat menimbulkan reaksi alergi atau sensitivitas pada sebagian orang.
Kafein memberikan efek stimulan yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur, kecemasan, dan peningkatan tekanan darah. Sodium dalam jumlah besar juga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah.
“Banyak jenis yang mengandung kafein, gula tambahan atau pemanis, dan asam fosfat yang terkait dengan peningkatan gula darah dan erosi gigi ketika dikonsumsi secara sering,” lanjutnya.
Bahaya yang Mengintai Tubuh Jika Sering Minum Softdrink
1. Risiko Obesitas
Kandungan kalori dalam softdrink dapat mencapai 150-200 kalori per botol. Apabila dikonsumsi setiap hari tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup, kalori ekstra ini akan menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas.
Studi menunjukkan bahwa peminum soda secara rutin memiliki risiko obesitas lebih besar karena penambahan kalori cair yang kurang terasa dan memicu pola makan yang kurang sehat.
2. Kerusakan Enamel Gigi
Softdrink memiliki pH yang rendah (bersifat asam) karena kandungan asam fosfat dan asam karbonat. Asam tersebut dapat mengikis enamel gigi, lapisan pelindung terluar gigi, sehingga membuat gigi menjadi rentan berlubang dan keropos.
Proses erosi asam ini berlangsung terus-menerus apabila konsumsi softdrink dilakukan setiap hari, memperburuk kesehatan mulut dan meningkatkan risiko infeksi serta nyeri gigi.
3. Gangguan Penyerapan Vitamin dan Mineral
Kandungan asam fosfat dalam softdrink diketahui dapat mengganggu penyerapan mineral penting seperti kalsium dan vitamin D dalam tubuh. Akibatnya, tulang menjadi lebih rentan terhadap keropos dan osteoporosis.
Untuk anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan, konsumsi softdrink berlebih dapat menghambat perkembangan tulang yang sehat serta meningkatkan risiko patah tulang di masa depan.
4. Penyakit Jantung
Kandungan gula dan kalori tinggi dalam softdrink juga berkaitan erat dengan terjadinya sindrom metabolik, yaitu kumpulan kondisi termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol jahat (LDL) tinggi, dan kadar trigliserida meningkat.
Sindrom ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Minuman ringan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung pada pria yang minum secara rutin.
5. Penyakit Ginjal Kronis
Sirup jagung fruktosa tinggi yang biasa digunakan sebagai pemanis dalam softdrink dapat memberikan beban tambahan pada ginjal. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, yang memicu pembentukan kristal penyebab batu ginjal.
Selain itu, konsumsi minuman bersoda secara rutin dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis yang dapat berujung pada kegagalan fungsi ginjal.
6. Bahaya Kanker
Kombinasi bahan dalam softdrink, seperti asam benzoat, asam askorbat (vitamin C), dan logam berat seperti besi atau tembaga, dapat menghasilkan benzena secara kimiawi.
Benzena adalah senyawa karsinogenik yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker jika terpapar dalam jumlah signifikan dan dalam periode jangka panjang. Oleh karena itu, konsumsi softdrink yang mengandung bahan-bahan ini harus diwaspadai.***




