Ponorogo Mantu Geden, Grebeg Suro 2026 Disiapkan Lebih Meriah di Tengah Efisiensi

Ponorogo Mantu Geden, Grebeg Suro 2026 Disiapkan Lebih Meriah di Tengah Efisiensi

PONOROGONEWS.ID – Bagi Ponorogo, Grebeg Suro bukan sekadar agenda tahunan, tapi merupakan “mantu geden” perhelatan besar yang menjadi wajah daerah di hadapan publik.

Keseriusan itu terlihat saat Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar Rapat Pleno Panitia Penyelenggara Grebeg Suro 2026, Selasa (14/4/2026), di Ruang Rapat Bantarangin, Gedung Graha Krida Praja lantai II. Forum tersebut menjadi ajang mematangkan konsep sekaligus menyatukan gagasan agar perhelatan tahunan ini berjalan sukses.

Tahun ini, rangkaian Grebeg Suro dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai 20 Mei hingga 5 Juli 2026. Puluhan agenda telah disiapkan mulai dari hiburan rakyat, pertunjukan budaya, hingga kegiatan religius yang akan menghidupkan suasana Bumi Reog selama lebih dari satu bulan.

Dua agenda utama tetap menjadi magnet: Festival Reog Remaja dan Festival Nasional Reog Ponorogo. Keduanya bukan hanya tontonan, tetapi juga representasi identitas budaya yang mengakar kuat di masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bambang Suhendro, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendapat arahan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan tahun ini.

 

“Hari ini kita rapat koordinasi terkait Grebeg Suro 2026. Kita mendapat amanat dari Plt Bupati agar event ini lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Semangat serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo, Judha Slamet. Ia menyebut Grebeg Suro sebagai denyut utama pariwisata daerah.

“Kalau tidak punya Grebeg Suro, Ponorogo punya apa? Yang bisa mengguncang Ponorogo ya Grebeg Suro,” katanya.

Menurutnya, perhelatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. Dari pedagang kaki lima hingga pelaku ekonomi kreatif, semua merasakan dampaknya.

“Karena itu Grebeg Suro harus menjadi prioritas. Efeknya besar—bukan hanya hiburan, tapi juga perputaran ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Tak berlebihan jika Grebeg Suro disebut sebagai event unggulan. Festival Nasional Reog Ponorogo secara konsisten masuk dalam Kharisma Event Nusantara, bahkan lima kali berturut-turut terpilih dan dua kali masuk dalam jajaran 10 besar.

Baca Juga: —  Ciptakan Perputaran Ekonomi Saat Puasa, Pemkab Ponorogo dan Bank Jatim Gelar Bazar Murah Ramadhan 2026

Selain sebagai panggung budaya, Grebeg Suro juga menjadi upaya pelestarian warisan leluhur dengan adanya Festival Reog Remaja, Festival Nasional Reog Ponorogo, hinnga Laku Tirakatan.
Namun lebih dari itu, Ponorogo juga menegaskan identitasnya sebagai kota religi. Karena itu, rangkaian acara disusun agar nilai tradisi dan spiritual berjalan beriringan.

“Maka Grebeg Suro dirangkai agar tradisi dan religi bisa berjalan seimbang,” jelas Judha.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, optimisme tetap dijaga. Pemerintah mengandalkan semangat gotong royong untuk memastikan kualitas perhelatan tidak menurun.

“Meski di tengah efisiensi anggaran, mari bergotong royong, bergandengan tangan untuk memeriahkan Grebeg Suro 2026,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari legislatif. Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Evi Dwitasari, menilai Grebeg Suro sebagai momentum penting untuk menghidupkan daerah.

“Ini luar biasa, harus dilakukan agar Ponorogo tetap ramai. Meskipun anggaran terpotong, harapan kita perayaan ini tetap berjalan dengan baik dan meriah,” ungkapnya.

Ia memastikan DPRD siap memberikan dukungan penuh agar event tahunan tersebut tetap berjalan maksimal.***

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: