
PONOROGONEWS.ID – Pasar malam di Alun-alun Kabupaten Ponorogo resmi ditutup pada Sabtu (11/4/2026) setelah berlangsung lebih dari satu bulan. Kegiatan hiburan rakyat tersebut mencatat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga menembus Rp 600 juta.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan pelaku usaha yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan pasar malam yang menjadi hiburan khas saat momentum Hari Raya Idul Fitri.
Ia menyebut pasar malam tersebut sebagai “Disneyland” ala Bumi Reog karena beragamnya wahana hiburan yang tersedia.
“Kemarin saya ikut mencoba naik jet coaster, ternyata memang asyik. Karena itu kami selalu mengajak masyarakat datang ke alun-alun,” ujarnya.
Menurut dia, suasana pasar malam saat dipadati pengunjung menghadirkan pengalaman yang tak kalah meriah.
“Ketika penuh, suasananya seperti Disneyland, tetapi ini versi Ponorogo,” katanya.
Lisdyarita menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan kembali kegiatan serupa pada tahun mendatang.
“Sampai jumpa lagi di 2027,” ucapnya.
Pasar malam yang digelar sejak 5 Maret itu awalnya dijadwalkan berakhir pada 3 April. Namun, tingginya antusiasme masyarakat serta permintaan dari pelaku UMKM dan pengelola wahana membuat masa operasional diperpanjang.
Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdakum) Ponorogo, Harminto menjelaskan, perpanjangan dilakukan setelah adanya usulan kepada pemerintah daerah yang kemudian disetujui.
“Permintaan masyarakat dan pelaku usaha cukup tinggi, sehingga kami mengajukan perpanjangan. Namun, hari ini memang harus berakhir,” ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan utama penyelenggaraan pasar malam adalah menyediakan hiburan yang murah dan meriah bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga telah menjadi agenda tahunan yang melekat dengan warga Ponorogo.
Dari sisi ekonomi, pasar malam memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM yang mencatat peningkatan pendapatan selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, PAD juga mengalami kenaikan dari sekitar Rp 570 juta pada tahun sebelumnya menjadi Rp 600 juta tahun ini.
Berbagai wahana permainan turut meramaikan pasar malam, seperti dremolen, roller coaster, kora-kora, rumah hantu, dan tong setan.
Penutupan pasar malam berlangsung meriah dengan penampilan grup Reog Harimau Tenggara yang menghibur pengunjung hingga larut malam.




