
PONOROGONEWS.ID – Polres Ponorogo mengerahkan sebanyak 380 personel dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 2026 di Kabupaten Ponorogo. Pengamanan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar bersama instansi terkait pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengatakan bahwa ratusan personel tersebut terdiri dari anggota Polri serta unsur instansi pendukung lainnya yang akan bertugas selama masa pengamanan Lebaran.
“Untuk Operasi Ketupat 2026 Polres Ponorogo ini melibatkan 380 personel. Dari Polri ada 280 personel dan sisanya berasal dari instansi terkait,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Polres Ponorogo menyiapkan enam pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis. Dua di antaranya merupakan Pos Pelayanan (Posyan) yang berada di Paseban dan Terminal Seloaji.
Sementara itu, empat Pos Pengamanan (Pospam) ditempatkan di Pasar Legi, Mlilir, Telaga Ngebel, dan Dengok.
Menurut Kapolres, keberadaan pos tersebut juga berfungsi untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung di kawasan wisata saat libur Lebaran, khususnya di Telaga Ngebel yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat.
“Untuk tempat wisata, kita ada Pospam di Telaga Ngebel yang terdiri dari Polri, TNI, dan dinas terkait. Apabila nanti eskalasi pengunjung meningkat, pasti kita akan lakukan penambahan personel,” ujarnya.
Selain pengamanan di kawasan wisata, kepolisian juga mengantisipasi potensi kemacetan di sejumlah titik rawan yang setiap tahun terjadi saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.
“Titik rawan kemacetan hampir sama dengan tahun sebelumnya, seperti di daerah Mlilir. Nanti perlakuannya kita sesuaikan dengan kepadatan arus lalu lintas,” kata Kapolres.
Ia menambahkan, jika arus kendaraan meningkat, personel tambahan akan dikerahkan untuk membantu pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut.
“Apabila nanti arus lalu lintasnya padat, maka akan kita tambahkan personel di daerah Pos Mlilir,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada arus lalu lintas, Polres Ponorogo juga mewaspadai potensi bencana tanah longsor di jalur pegunungan. Dua jalur yang menjadi perhatian utama berada di jalur Ponorogo–Pacitan dan Ponorogo–Trenggalek.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Pemkab dan juga BPBD untuk menyiapkan segala bentuk personel maupun perlengkapan,” jelasnya.
Kapolres menegaskan bahwa jika sewaktu-waktu terjadi longsor, pihak kepolisian bersama instansi terkait siap melakukan penanganan dengan cepat agar arus lalu lintas kembali normal.
“Apabila nanti ada longsor di sana, kita bersama pihak terkait siap membantu dan mempercepat proses evakuasi agar arus lalu lintas bisa kembali normal,” pungkasnya.




