Jaga Keamanan Hari Raya Idul Fitri 2026, FLLAJ Rapatkan Barisan

FLLAJ Gelar Rapat Koordinasi Operasi Ketupat 2026, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sambut Arus Mudik Ponorogo

PONOROGONEWS.ID – Dalam rangka mewujudkan situasi Lebaran yang aman dan nyaman bagi masyarakat, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Ponorogo menggelar rapat koordinasi terkait persiapan Operasi Ketupat 2026. Salah satu pembahasan utama dalam rapat tersebut adalah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik.

Rapat berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo, Kamis (5/3/2026), dan dihadiri berbagai unsur terkait. Mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran kepolisian, hingga perwakilan Kodim 0802 Ponorogo.

Kepala Dinas Perhubungan Ponorogo, Wahyudi, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap menjelang Hari Raya Idulfitri. Tujuannya untuk memastikan Operasi Ketupat berjalan maksimal sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Ini kegiatan rutin FLLAJ menjelang Lebaran. Melalui rapat ini kita mengevaluasi pelaksanaan tahun lalu agar pelayanan kepada masyarakat pada Operasi Ketupat 2026 bisa semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Ponorogo, Setyo Budiyono, menambahkan bahwa koordinasi tidak hanya berfokus pada arus mudik, tetapi juga berbagai aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan hingga libur Idulfitri.

Menurutnya, beberapa kegiatan yang berpotensi memicu keramaian juga menjadi perhatian, seperti pasar malam di kawasan Alun-alun Ponorogo serta lonjakan wisatawan yang menuju Telaga Ngebel saat libur Lebaran.

“Pembahasan kita terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026, termasuk menghadapi arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Ramadan, seperti pasar malam di Alun-alun Ponorogo. Fokus kita pada pengaturan arus lalu lintas serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung,” jelasnya.

Di sisi lain, Kanit Kamsel Satlantas Polres Ponorogo, Ipda Partono, menegaskan bahwa Operasi Ketupat pada dasarnya merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman dan keselamatan bagi masyarakat, baik yang melakukan perjalanan mudik maupun yang beraktivitas selama Lebaran.

Baca Juga: —  Belajar Sejarah Bersama Mahasiswa SPI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Ada Pameran Mothik Hingga Manuskrip Kuno

Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Artinya, pengaturan baru diberlakukan jika terjadi kepadatan arus kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama pada jam-jam tertentu saat arus mudik maupun arus balik.

Untuk kendaraan dari arah Wonogiri yang menuju Pacitan atau Trenggalek, disiapkan jalur alternatif melalui kawasan Somoroto, Alun-alun Ponorogo, Jalan Pringgodani, Jalan Jenderal Ahmad Yani, hingga menuju jalur Ponorogo–Pacitan dan Ponorogo–Trenggalek.

Sementara kendaraan dari arah Madiun yang akan menuju Pacitan atau Trenggalek diarahkan berbelok ke kanan menuju Jalan Mayjen Sutoyo dan dilanjutkan ke Jalan Brigjen Katamso. Sedangkan kendaraan yang menuju Wonogiri akan diarahkan melalui Jalan Letjen S. Parman.

Menurut Partono, langkah rekayasa lalu lintas ini bertujuan mengurangi beban kendaraan yang masuk ke pusat kota.

“Jangan sampai kendaraan yang masuk ke kota justru menimbulkan penumpukan di pusat kota. Karena itu timeline lampu lalu lintas juga akan kita sesuaikan dengan kondisi arus kendaraan,” jelasnya.

Selain itu, sejumlah titik strategis seperti Jalan HOS Cokroaminoto dan kawasan Ngepos juga menjadi perhatian khusus karena berpotensi mengalami kepadatan kendaraan saat arus mudik.

Partono menambahkan bahwa kondisi lalu lintas setiap tahun terus berubah seiring meningkatnya jumlah kendaraan, sementara kapasitas jalan relatif tetap. Karena itu, rekayasa lalu lintas harus bersifat fleksibel dan menyesuaikan situasi di lapangan.

“Kita tidak bisa hanya fokus di satu titik. Jika pada jam tertentu ada lokasi yang ramai, maka personel akan difokuskan di titik tersebut,” terangnya.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Satlantas Polres Ponorogo juga menyiapkan enam titik pos selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

Dua di antaranya berstatus Pos Pelayanan (Posyan), yaitu di Alun-alun Ponorogo dan Terminal Seloaji. Sementara empat lainnya merupakan Pos Pengamanan (Pospam) yang ditempatkan di Pasar Legi, Milir, Ngebel, dan Dengok.

Baca Juga: —  Antara Merasa Kehilangan dan Pengaburan Fakta Kasus Korupsi

Khusus untuk kawasan Dengok, menurut Partono, pos pengamanan baru disiapkan karena kawasan tersebut menjadi jalur strategis yang menghubungkan Ponorogo dengan Pacitan dan Trenggalek.

“Dengok menjadi jalur utama kendaraan dari arah selatan, sehingga mobilitasnya cukup tinggi dan membutuhkan penanganan khusus,” katanya.

Terkait jadwal pelaksanaan, kegiatan pengamanan akan diawali dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada 9–12 Maret 2026. Setelah itu Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dan dilanjutkan kembali dengan KRYD pada 26–29 Maret 2026.

Sebelum operasi dimulai, seluruh personel gabungan akan mengikuti apel gelar pasukan pada 12 Maret 2026 sebagai tanda kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Kabupaten Ponorogo.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, diharapkan arus mudik dan berbagai aktivitas masyarakat selama Lebaran di Ponorogo dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali.***

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: