
PONOROGONEWS.ID – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Ponorogo tidak akan dilewati begitu saja. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat merancang aksi bersih-bersih serentak yang melibatkan banyak unsur, mulai ASN, pasukan hijau, pelajar, hingga pedagang kaki lima.
Gerakan ini direncanakan berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, sekaligus disinergikan dengan kegiatan rutin Jumat Bersih yang selama ini sudah berjalan di berbagai lingkungan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Ponorogo, Adhi Fahrianto Sulistyawan, menyebut HPSN menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali masyarakat tentang arti kepedulian terhadap sampah.
Ia menilai, tradisi kerja bakti di Ponorogo sejatinya sudah terbentuk. Hanya saja, diperlukan penguatan komitmen agar kebiasaan itu benar-benar berdampak pada tata kelola sampah yang lebih baik.
HPSN diperingati setiap 21 Februari sebagai refleksi atas tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, tahun 2005, yang merenggut ratusan korban jiwa. Peristiwa itu menjadi pengingat betapa seriusnya persoalan sampah jika tidak dikelola dengan benar.
Dalam pelaksanaan nanti, DLH menyiapkan armada pengangkut berupa tiga dump truck serta kendaraan roda tiga untuk menampung sampah hasil kerja bakti warga.
Sejumlah lokasi menjadi prioritas pembersihan, di antaranya Jalan Suromenggolo, kawasan Stadion Batoro Katong, Sungai Tambak Kemangi, dan area Pasar Legi yang dikenal sebagai titik dengan aktivitas tinggi masyarakat.
DLH juga meminta perangkat daerah dan satuan pendidikan untuk melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing pada waktu yang sama, sehingga gerakan ini berlangsung serentak di banyak tempat.
Sebelum turun ke lapangan, peserta akan mengikuti apel pagi di sekitar panggung Mixzone Creative Hub Beras Kutah. Pada momen tersebut, akan diserahkan bantuan tong sampah, perlengkapan kebersihan, serta tiga unit sepeda motor listrik bagi petugas pengumpul sampah.
Melalui kegiatan ini, DLH berharap muncul kesadaran kolektif untuk membiasakan pemilahan sampah, mengurangi produksi sampah, serta menerapkan prinsip guna ulang dan daur ulang dalam kehidupan sehari-hari.***




