
PONOROGONEWS.ID – Penyaluran 200 unit becak listrik kepada para pengayuh becak di Kabupaten Ponorogo bukan sekadar bantuan sarana transportasi. Program yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini memiliki tujuan besar: meringankan pekerjaan pengemudi becak, meningkatkan kesejahteraan lansia, dan mempercepat peralihan menuju transportasi ramah lingkungan.
Penyerahan simbolis digelar di Pendopo Agung Ponorogo pada Senin (09/02/2026). Para pengayuh becak, yang sebagian besar berusia lanjut, menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari program ini.
Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan bahwa program becak listrik bukan hanya bantuan fisik, tetapi bentuk perhatian langsung dari Presiden terhadap masyarakat kecil.
“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang luar biasa dan selalu menunjukkan kepeduliannya kepada rakyat. Beliau selaku pihak pemberi bantuan telah memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap kesejahteraan para pengemudi becak,” ujarnya.
Tujuan Utama Program Becak Listrik
- Meringankan Beban Kerja Pengayuh Becak yang Sudah Sepuh
Mayoritas pengayuh becak di Ponorogo adalah lansia. Kehadiran becak listrik membuat mereka tidak lagi harus mengeluarkan tenaga besar saat bekerja.
Lisdyarita menggambarkan manfaatnya,
“Bapak-bapak yang biasanya harus mengayuh dengan tenaga ekstra, sekarang sudah lebih ringan. Tinggal jalan, penumpang bisa nyanyi, bapaknya santai,” tuturnya.
- Menghadirkan Transportasi Lebih Aman dan Ramah Lingkungan
Program ini mendorong penggunaan moda transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Becak listrik buatan PT Pindad juga dinilai lebih nyaman dan aman.
“Program bantuan becak listrik ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban kerja para pengemudi becak, tetapi juga sebagai langkah mendukung penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” katanya.
- Meningkatkan Kesejahteraan dan Peluang Ekonomi Baru
Selain sebagai alat bekerja, becak listrik diharapkan mampu membuka peluang di sektor wisata Ponorogo.
“Ke depan, kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi sarana operasional semata, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mendukung pengembangan sektor pariwisata di Ponorogo,” tambah Lisdyarita.
Program Nasional yang Terus Berlanjut
Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa program becak listrik dirancang sebagai upaya kemanusiaan bagi pengemudi becak lansia.
“Becak-becak yang diserahkan ini merupakan pemberian langsung dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Bantuan ini lahir dari hati nurani Presiden, yang merasa tidak tega melihat masyarakat Indonesia, khususnya para pengemudi becak yang sudah sepuh, masih harus mengayuh becak di jalanan dengan tenaga fisik,” ujarnya.
Nanik menegaskan program ini bukan pencitraan dan sudah berjalan jauh sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden.
Hingga kini, total 11.540 unit telah tersalurkan di berbagai daerah dan akan terus bertambah. Presiden juga memesan 70.000 unit tambahan untuk memperluas jangkauan program, termasuk 530 unit untuk Ponorogo.
“Presiden berharap tidak ada lagi pengemudi becak yang harus mencari nafkah dengan mengandalkan tenaga fisik yang berat, terutama di daerah-daerah dengan medan yang sulit seperti Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, dan Magetan,” pungkasnya.***




