
PONOROGONEWS.ID – Kehadiran Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI membawa keuntungan besar bagi warga Ponorogo. Urusan paspor makin mudah, pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) juga berlangsung ketat. Pelayanan yang diberikan selama ini bahkan membuahkan sederet prestasi.
Kepala Kantor Imigrasi Ponorogo, Anggoro Widy Utomo, menyampaikan sejumlah capaian yang berhasil diraih jajarannya. Mulai predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), penghargaan satker terbaik pelayanan publik bagi kelompok rentan, hingga satker terbaik di bidang pelayanan publik berbasis HAM, kehumasan, dan pelaksanaan anggaran.
“Kami juga dinilai intens dalam pencegahan TPPM (tindak pidana perdagangan manusia), mampu memberikan inovasi pelayanan, serta mengutamakan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja),” ujar Anggoro saat tasyakuran Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-76 di kantor setempat, Senin (26/1/2026).
Tahun ini, HBI mengusung tema ‘Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju.’ Menurut Anggoro, tema tersebut mengingatkan seluruh insan imigrasi untuk bekerja dengan tulus, transparan, profesional, dan menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas. “Menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan imigrasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel,” ungkapnya.
Anggoro mengingatkan bahwa tantangan keimigrasian semakin kompleks. Mulai kejahatan transnasional, ancaman siber, sampai terus berkembangnya modus perdagangan manusia. Karena itu, transformasi kebijakan harus terus berjalan. “Imigrasi terus tumbuh menjadi rumah besar yang menaungi gerbang Nusantara. Direktorat Jenderal Imigrasi mewajibkan transformasi kebijakan keimigrasian tanpa henti melalui digitalisasi layanan, penerapan kebijakan golden visa, serta penguatan kepastian hukum guna menciptakan iklim investasi yang kondusif,” jelasnya.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia mengapresiasi kinerja Kantor Imigrasi Ponorogo yang dinilai konsisten memberikan pelayanan terbaik. Selain memudahkan masyarakat, keberadaan imigrasi juga penting untuk menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan WNA. “Mengawal kemajuan daerah juga perlu pemantauan mobilitas global yang aman dan tertib,” kata Bunda Lis.
Menurutnya, petugas imigrasi selalu ramah dan cekatan dalam melayani masyarakat. Hal ini dinilai menjadi nilai tambah dalam pelayanan publik. “Di usianya yang sudah 76 tahun ini, imigrasi Indonesia semakin profesional, inovatif, dan berintegritas. Mewakili masyarakat Ponorogo, saya berterima kasih karena Kantor Imigrasi telah memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.




