
PONOROGONEWS.ID – Monumen Reog Museum Peradaban (MRMP) di Kecamatan Sampung kian menegaskan perannya sebagai episentrum baru aktivitas masyarakat Ponorogo.
Tidak hanya merepresentasikan identitas budaya daerah, kawasan ini berkembang menjadi ruang ekonomi yang hidup, di mana interaksi wisata dan aktivitas warga lokal saling menguatkan. Arus kunjungan yang terus meningkat berdampak langsung pada tumbuhnya berbagai usaha kecil di sekitar monumen.
Pergerakan ekonomi tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas jual beli di area MRMP. Warga sekitar memanfaatkan momentum keramaian pengunjung dengan membuka usaha kuliner hingga jasa penunjang wisata.
Ricky, pedagang soto ayam yang berjualan di kawasan itu, mengaku intensitas pembeli meningkat signifikan pada waktu-waktu tertentu.
“Saya jualan tiap hari. Tapi memang ramainya kalau hari libur seperti Sabtu-Minggu. Kadang jualan juga sampai malam, karena malam itu lebih ramai,” ujarnya di kutip dari laman resmi Kabupaten Ponorogo.
Ia menambahkan, sebagian besar pelaku usaha di kawasan MRMP merupakan warga yang tinggal di sekitar monumen.
Dengan demikian, manfaat ekonomi benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Rencana digelarnya pasar malam juga diyakini akan menambah denyut ekonomi kawasan.
“Yang jualan di sini kan warga yang rumahnya dekat monumen. Jadi bisa membantu ekonomi warga sekitar. Apalagi nanti malam akan ada pasar malam juga,” imbuh Ricky.
Selain pedagang, sektor jasa parkir turut menjadi sumber penghasilan warga. Mbah Mencok, salah satu juru parkir di kawasan MRMP, menjelaskan bahwa pengelolaan parkir dilakukan secara teratur dengan sistem yang telah disepakati bersama.
“Saya parkir setiap hari, tapi tempatnya pindah-pindah. Kadang di timur, barat, atau dekat pintu masuk. Yang diperbolehkan jualan dan membantu parkir di sini memang warga sekitar monumen,” jelasnya.***




