
PONOROGONEWS.ID – Ajang Jatim Racing Series Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2025 mencapai puncaknya di Kabupaten Ponorogo. Seri keenam yang sekaligus menjadi grand final ini menutup rangkaian balapan bergengsi yang sebelumnya digelar di sejumlah daerah di Jawa Timur.
Sepanjang tahun 2025, Jatim Racing Series Kejurprov berlangsung dalam enam seri. Seri pertama digelar di Bondowoso, dilanjutkan Tulungagung, kembali ke Bondowoso, kemudian Pamekasan, Kota Batu Malang, dan akhirnya Ponorogo dipercaya menjadi tuan rumah penutup sekaligus grand final.
Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur, Pramudyo, menjelaskan bahwa penunjukan Ponorogo sebagai lokasi seri terakhir merupakan hasil keputusan panitia penyelenggara melalui mekanisme organisasi.
“Total ada enam seri. Seri kelima kemarin dilaksanakan di Kota Batu, dan seri keenam sekaligus grand final dipilih di Ponorogo,” jelas Pramudyo.
Ia menambahkan, IMI Jawa Timur secara rutin menggelar Kejurprov setiap tahun, sementara jumlah dan lokasi seri ditentukan melalui rapat kerja provinsi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan otomotif.
Pada gelaran tahun ini, 324 starter tercatat ambil bagian dalam 24 kelas balapan. Para pembalap datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga Jawa Tengah dan Bali, menunjukkan tingginya antusiasme serta ketatnya persaingan di ajang tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, berharap Jatim Racing Series Kejurprov 2025 dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus melahirkan bibit-bibit atlet balap motor baru, khususnya dari Ponorogo.
“Semoga acara hari ini berjalan lancar dan sukses. Ini ajang yang sangat luar biasa, karena dari sinilah bibit-bibit pembalap hebat bisa muncul,” ujar Lisdyarita.
Lisdyarita juga menekankan pentingnya keberlanjutan event otomotif di daerah, termasuk dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
“Ke depan semoga kegiatan seperti ini semakin sering digelar. Mudah-mudahan pada 2027 nanti kita sudah bisa menyiapkan anggaran untuk pembangunan sirkuit,” imbuhnya.
Sebelum secara resmi membuka balapan grand final, Lisdyarita mendapat gelar kehormatan “Bunda Racing”.
Julukan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmennya terhadap pengembangan dunia otomotif serta pembinaan olahraga balap motor di Kabupaten Ponorogo.***




