
PONOROGONEWS.ID – Gerakan nyata dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari untuk melestarikan sejarah di Kabupaten Ponorogo.
Melalui kegiatan bertajuk SINAR (Semarak Ilmu dan Narasi Sejarah), para mahasiswa muda ini menghadirkan rangkaian seminar hingga pameran naskah kuno, mothik, dan foto-foto lawas Ponorogo.
Acara yang berlangsung di Kafe Kedai Kaisar, 26–29 November 2025 ini terbuka untuk umum dan mendapat sambutan luas dari komunitas pecinta sejarah hingga pegiat budaya.
Dalam penjelasannya Ketua panitia HMJ SPI, Dafa Ahsanul Huda, mengatakan bahwa kegiatan ini digagas sebagai bentuk komitmen mahasiswa untuk menjaga warisan leluhur Ponorogo.
“Kami ingin melestarikan atau menjaga budaya dari leluhur. Kami juga ingin memberitahukan kepada masyarakat bahwa Ponorogo itu memiliki sejarah yang masih belum terungkap,” ungkapnya.
Menurut Dafa, setelah masyarakat memahami sejarah panjang Ponorogo, harapannya muncul kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikannya.
Pegiat budaya dan sejarah Ponorogo, Masrofiqi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa SPI. Ia menilai kegiatan ini mampu menjembatani dunia akademik dengan masyarakat luas.
“Plusnya, hari ini mahasiswa SPI membuktikan bahwa sejarah pun juga bisa membumi. Terbukti banyak komunitas yang ikut serta, saya seneng banget melihatnya,” tuturnya.
Masrofiqi menilai kehadiran akademisi di ruang publik seperti ini penting agar sejarah tidak hanya berhenti pada tumpukan data dan analisis yang jauh dari masyarakat.
“Ini menjadi pintu gerbang bahwa akademis itu bukan melulu soal data atau analisis, tapi perlu hadir di tengah masyarakat.”
Meski begitu, ia berharap kegiatan seperti ini dapat digelar dalam skala lebih besar ke depan agar mampu menggugah lebih banyak warga Ponorogo untuk melek sejarah, tradisi, dan budaya.
Masrofiqi menambahkan, melalui gelaran SINAR, publik dapat melihat bahwa sejarah bukan hanya cerita masa lalu, melainkan ruang refleksi yang relevan untuk hari ini.
Kegiatan SINAR sendiri menjadi bukti bahwa generasi muda Ponorogo terus bergerak menjaga identitas daerah melalui pengetahuan dan pameran budaya. Upaya ini sekaligus memperkuat kesadaran bahwa Ponorogo memiliki kekayaan sejarah yang masih menunggu untuk digali lebih dalam.***




