Profil Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita jadi Sosok Perempuan Pertama yang Memimpin Bumi Reog

Profil Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita jadi Sosok Perempuan Pertama yang Memimpin Bumi Reog

PONOROGONEWS.ID – Kabupaten Ponorogo memasuki babak baru dalam kepemimpinannya setelah Lisdyarita—yang akrab disapa “Bunda Rita”—ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo sejak November 2025. 

Momentum ini tidak hanya menandai transisi pemerintahan, tetapi juga sejarah baru karena untuk pertama kalinya Ponorogo dipimpin oleh seorang perempuan. Penunjukan tersebut dilakukan menyusul penahanan Bupati Sugiri Sancoko oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di tengah situasi politik yang bergejolak akibat kasus korupsi yang menyeret bupati sebelumnya, figur Lisdyarita menjadi sorotan. Lahir di Jakarta pada 18 Maret 1978, ia datang dari latar belakang profesional yang panjang di sektor usaha dan perbankan.

Keahliannya dibentuk dari pengalaman sebagai Head Teller di Bank Mashil, Account Officer di Bank BII/Maybank, hingga memimpin sejumlah perusahaan termasuk PT Rita Jaya Beef dan Resto Ecco Kitchen.

Motivasi politik Bunda Rita tidak muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan aktivitas legislatif berkat peran ibunda mertuanya. Keterlibatan organisasinya sudah dimulai sejak sekolah, ketika ia dipercaya menjadi Bendahara OSIS di SMA Negeri 45 Jakarta pada era 1990-an.

Perjalanan organisasinya kemudian berlanjut ke Ponorogo, di mana ia menjadi Bendahara MKGR (2014–2016), lalu memimpin Partai Perindo Ponorogo (2016–2019).

Publik Ponorogo benar-benar mengenal figur Lisdyarita saat Pilkada 2020. Bersama Sugiri Sancoko, pasangan ini meraih kemenangan telak 61,7 persen suara. 

Sosoknya dikenal dekat dengan masyarakat bawah, karena ia kerap turun langsung untuk meninjau persoalan infrastruktur desa, mulai dari jalan berlubang hingga daerah yang mengalami krisis air bersih. 

Kemenangan kedua pada Pilkada 2025–2030 memperlihatkan konsistensi dukungan publik terhadap pasangan ini, hingga situasi berubah drastis setelah OTT KPK terhadap Sugiri.

Kini, Lisdyarita memikul tanggung jawab penuh sebagai Plt Bupati. Pada hari-hari pertamanya, ia langsung menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pemerintahan sembari memastikan layanan publik tidak terganggu.

Baca Juga: —  Ponorogo Raih Predikat Terbaik Penegakan Hukum Cukai di Wilayah Madiun Raya

Dalam pernyataannya, ia menegaskan komitmen untuk tetap fokus bekerja di tengah badai politik.

“Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di Ponorogo tetap berjalan normal, tidak terganggu oleh kasus hukum yang sedang berlangsung,” ujar Lisdyarita dalam pernyataan pertamanya.

Dengan karakter kepemimpinan yang dikenal lugas, responsif, dan dekat dengan akar rumput, banyak yang berharap Lisdyarita mampu membawa Ponorogo keluar dari turbulensi politik sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: