
PONOROGONEWS.ID – Demi mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan langkap dengan menerjunkan ratusan personel untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan bencana hidrometeorologi bukan hanya disebabkan faktor alam semata. Menurutnya, ulah manusia yang tidak bertanggungjawab, serakah, dan tidak peduli pada keseimbangan alam menyumbang besar dalam terjadinya bencana.
“Allah menciptakan alam dengan segala kesempurnaannya. Bencana alam merupakan cara alam memperingatkan manusia,” tutur Bupati Ponorogo saat mengikuti apel gelar pasukan dan peralatan di Alun-Alun Ponorogo, Rabu (5/11/2025).
Bupati Ponorogo dua periode itu mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah untuk menjadikan pengalaman bencana tahun sebelumnya sebagai pelajaran penting agar lebih waspada dan peduli terhadap lingkungan.
“Peristiwa itu harus menjadi introspeksi bagi kita semua dalam menjaga keseimbangan alam,” ujar Kang Giri, sapaan akrabnya.
Di samping itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Masun, menyampaikan hampir seluruh dari 21 kecamatan di Ponorogo berpotensi terdampak bencana, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga angin kencang.
“Hampir semua wilayah masuk kategori rawan. Kami telah menugaskan satu penanggung jawab di setiap kecamatan untuk memantau dan berkoordinasi jika terjadi bencana,” tandasnya.
Berdasarkan data BPBD Ponorogo, hingga awal November 2025 tercatat 14 kejadian bencana, terdiri dari delapan kasus tanah longsor serta enam insiden akibat cuaca ekstrem seperti angin kencang dan pohon tumbang.
“Posko siaga sudah aktif 24 jam, sementara penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi masih kami ajukan,” imbuh Masun.
Dengan kesiapan lintas instansi dan dukungan penuh masyarakat, Pemkab Ponorogo berharap potensi bencana selama musim hujan dapat diminimalkan, serta penanganan darurat bisa dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Sebagai informasi, apel gelar pasukan dan peralatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Kegiatan tersebut turut diikuti oleh unsur TNI, Polri, BPBD, Tagana, RAPI, serta berbagai kelompok relawan yang siap siaga di wilayah rawan bencana.***




