Apa Itu EWS Banjir yang Dijadikan Langkah Mitigasi Bencana oleh BPBD Ponorogo? Ini Pengertiannya

BPBD Ponorogo memastikan kesiapan tiga unit sistem peringatan dini (EWS) banjir yang dipasang di beberapa titik.

PONOROGONEWS.ID – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menyiapkan mitigasi bencana yang mungkin akan muncul saat cuaca ekstrem.

Langkah awal yang dilakukan ialah dengan memastikan kesiapan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir di berbagai titik rawan.

BPBD Kabupaten Ponorogo memastikan bahwa alat peringatan dini banjir ini berfungsi optimal sehingga akan memberikan waktu evakuasi yang lebih panjang bagi warga apabila debit air meningkat.

Pengertian EWS Banjir

Melansir dari bmkg.go.id, Early Warning System atau disingkat EWS sebenarnya merupakan suatu rangkaian sistem yang bekerja dengan memberikan peringatan kepada masyarakat tentang potensi terjadinya bencana.

Peringatan ini bisa berupa peringatan akan terjadinya bencana alam yang membahayakan suatu wilayah yang dipasang alat EWS.

Tujuan alat EWS ini tentu saja untuk memaksimalkan evakuasi dan mengurangi dampak dari bencana yang terjadi. Dengan adanya peringatan dini, maka akan memberikan waktu lebih bagi warga untuk evakuasi.

Terlebih ketika memasuki musim hujan, di mana di titik-titik rawan banjir, penting untuk dipasang alat peringatan dini banjir. Jadi EWS banjir ialah alat peringatan dini yang mendeteksi potensi terjadinya bencana banjir di suatu wilayah, sehingga warga memiliki waktu yang lebih untuk menyelamatkan diri.

Dengan kesiapsiagaan tinggi melalui EWS banjir, tentunya akan memberikan dampak yang signifikan dalam penanganan bencana alam di suatu wilayah.

EWS Banjir di Ponorogo

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, menyampaikan sebagian besar alat peringatan dini atau EWS banjir masih berfungsi optimal di beberapa titik rawan.

“Rata-rata masih berfungsi dengan baik (alat EWS), hanya perlu dukungan dari sisi energi karena accu-nya mulai melemah. Kami sudah melakukan perbaikan agar alat lebih peka mendeteksi kenaikan elevasi air,” ujar Masun, Senin (3/11/2025).

Baca Juga: —  BPBD Ponorogo Pastikan Alat Peringatan Dini Banjir Aktif untuk Hadapi Musim Hujan

BPBD Ponorogo saat ini mengelola tiga unit EWS banjir yang terpasang di Sungai Tempuran, Ngampel, dan Kali Gendol. Pengecekan rutin terhadap performa alat dilakukan sejak awal Oktober lalu. Dengan sistem yang bekerja baik, masyarakat memiliki waktu lebih banyak untuk evakuasi diri maupun barang berharga sebelum air meluap.

Perkuat Koordinasi dengan Pemdes

Selain memastikan fungsi alat, BPBD juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa di sepanjang aliran Sungai Keyang, yang bermuara ke Bengawan Solo.

Langkah mitigasi dilakukan melalui pembersihan sampah, pemangkasan rumpun bambu, dan pengerukan sedimen agar aliran air tetap lancar.

“Aliran Bengawan Solo itu melewati sebagian wilayah Kecamatan Mlarak, Jetis, Siman, dan Kecamatan Ponorogo yang tahun lalu sempat terdampak luapan air sungai,” jelas Masun.

Sosialisasi di Media Sosial

Mitigasi bencana juga diperkuat melalui sosialisasi berkelanjutan di media sosial resmi BPBD Ponorogo, yang berisi informasi mengenai cuaca ekstrem, potensi bencana, dan panduan keselamatan bagi warga.

Masun menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Dengan adanya peringatan dini bersamaan kesadaran warga yang meningkat, maka dapat menekan dampak bencana,” pungkasnya.***

Author

  • Arini Sa'dah

    A passionate and detail-oriented content writer professional with a strong background in journalism and digital media.

Bagikan Artikel ini: