Masuk Jajaran Kota Kreatif Dunia, Ponorogo Jadikan Momentum untuk Perkuat Ekonomi dan Budaya

Masuk Jajaran Kota Kreatif Dunia, Ponorogo Jadikan Momentum untuk Perkuat Ekonomi dan Budaya

PONOROGONEWS.ID – Kabupaten Ponorogo kini resmi bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) di sektor Crafts and Folk Art. Dengan pencapaian ini, Ponorogo menjadi salah satu dari lebih 400 kota kreatif dunia yang diakui UNESCO. Status tersebut menjadi langkah penting bagi Ponorogo untuk semakin memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus menjaga warisan budayanya.

Capaian ini dirayakan dengan penuh kemeriahan pada Sabtu (1/11/2025). Jalan HOS Cokroaminoto yang menjadi salah satu ruas utama di jantung kota disulap menjadi panggung terbuka bagi beragam pertunjukan seni.

Tiga titik hiburan disiapkan untuk masyarakat. Di Panggung Reog, pengunjung disuguhi musik keroncong dan pertunjukan Reog. Di pertigaan Jalan Jaksa Agung Suprapto, suasana semakin hidup dengan alunan live music. Sementara di pertigaan Ngepos, atraksi khas Ponorogo seperti Reog, Gajah-gajahan, dan Jaran Thek berhasil menarik perhatian warga dan wisatawan.

Baca Juga: —  Ponorogo Masuk dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO 2025 Bidang Kriya dan Seni Rakyat

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengungkapkan rasa bangganya atas pengakuan dunia ini. Menurutnya, status tersebut bukan sekadar prestasi, melainkan tanggung jawab besar untuk terus menghidupkan budaya lokal dan menjadikannya penggerak ekonomi masyarakat.

“Kita kini tergabung dengan lebih dari 400 kota kreatif dunia. Artinya, Ponorogo secara harfiah bersister city dengan ratusan kota kreatif lainnya di dunia,” ujar Bupati Sugiri.

Ia menambahkan, bergabungnya Ponorogo dalam UCCN menjadi momentum untuk memperluas jejaring kerja sama internasional dan membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah.

“Kini Ponorogo bersama Malang turut bergabung, Ponorogo melalui sektor Crafts and Folk Art. Craft itu kriya, folk art itu pertunjukan,” tambahnya.

Sebagai informasi, hingga saat ini hanya ada enam kota di Indonesia yang masuk dalam jaringan kota kreatif dunia UNESCO. Yakni Pekalongan (City of Craft and Folk Art/batik), Bandung (City of Design), Ambon (City of Music), Jakarta (City of Literature), serta dua tambahan terbaru tahun 2025: Ponorogo dan Malang, masing-masing di sektor Crafts and Folk Art dan Media Arts.

Baca Juga: —  DLH Ponorogo Rawat Mata Air Taman Sari Lewat Reboisasi Selama Lima Tahun Terakhir

Sugiri menekankan bahwa capaian tersebut harus menjadi pemantik semangat seluruh warga untuk menjaga dan mengembangkan nilai budaya lokal. Ia menyoroti bahwa seni Reog, Gajah-gajahan, Jaran Thek, dan berbagai kesenian tradisional lainnya merupakan kekayaan yang tak ternilai bagi Ponorogo.

“Meraih UCCN tidak mudah. Karena itu, saya menggedor relung hati masyarakat Ponorogo agar kita bersama-sama merawat dan mengembangkan budaya ini. Ini momentum kita untuk membangkitkan perekonomian, karakter bangsa, dan kreativitas daerah,” tegasnya.

Kemeriahan perayaan status baru Ponorogo ini disambut antusias oleh masyarakat. Warga lokal hingga wisatawan luar daerah tumpah ruah menikmati pertunjukan di sepanjang jalan kota.*** ADV

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: