Ponorogo Masuk dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO 2025 Bidang Kriya dan Seni Rakyat

Termasuk Ponorogo, Jaringan Kota Kreatif UNESCO Sambut 58 Anggota Baru saat Peringatan Hari Kota Sedunia 2025

PONOROGONEWS.ID – Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, menetapkan 58 kota sebagai anggota baru UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jaringan Kota Kreatif UNESCO pada peringatan World Cities Day atau Hari Kota Sedunia 2025.

58 kota ini telah diakui karena komitmen mereka dalam menjadikan kreativitas sebagai penggerak utama pembangunan perkotaan berkelanjutan, serta kontribusi mereka dalam membangun komunitas yang tangguh dan bersemangat.

Berikut daftar Kota yang bergabung dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO Tahun 2025:

  1. Bidang Sastra: Aberystwyth, Abuja, Celje, Conakry, Dumaguete City, Gdańsk, Kahramanmaraş, Lund, San Luis Potosí, Tangier
  2. Bidang Gastronomi: Al-Madinah Al-Munawwarah, Cuenca, Kelowna, Lucknow, Manizales, Matosinhos, Quanzhou, San Javier de Loncomilla, Songkhla, Zaragoza
  3. Bidang Kriya dan Seni Rakyat: Andenne, Bobo-Dioulasso, Cheongju City, Echizen City, Faenza, Hebron, Höhr-Grenzhausen, Lubango, Masaya, Nan, Ponorogo, Safi, Sarchí, Sifnos
  4. Bidang Arsitektur: Bistrita, Kashan, Lusail, Quito, Rovaniemi
  5. Bidang Desain: Daugavpils, Kuala Lumpur, La Spezia, Riyadh
  6. Bidang Film: Giza, Ho Chi Minh City, Quezon City, São Paulo
  7. Bidang Musik: Evian, Kisumu, Korhogo, Kyiv, Lalitpur, Liège, New Orleans, Nikšić, Wuxi
  8. Bidang Seni Media: Malang, Varna

Dengan penambahan 58 kota baru ini, total anggota jaringan kini mencapai 408 kota dari lebih dari 100 negara.

Menariknya, tahun 2025 menjadi kali pertama UNESCO memasukkan kategori baru yaitu Arsitektur ke dalam daftar bidang kreatif, yang sebelumnya hanya mencakup tujuh bidang: Kriya dan Seni Rakyat, Desain, Film, Gastronomi, Sastra, Seni Media, dan Musik.

“Kota-kota Kreatif UNESCO menunjukkan bahwa budaya dan industri kreatif dapat menjadi penggerak nyata pembangunan. Dengan bergabungnya 58 kota baru, kami memperkuat jaringan global di mana kreativitas mendukung inisiatif lokal, menarik investasi, dan memperkuat kohesi sosial,” ujar Audrey Azoulay, dikutip ponorogonews.id dari unesco.org.

Sejak diluncurkan pada tahun 2004, Jaringan Kota Kreatif UNESCO aktif mempromosikan konsep pembangunan perkotaan yang berpusat pada manusia. Kota-kota di jaringan ini menyediakan berbagai kegiatan budaya dan kreatif bagi warganya.

Baca Juga: —  Gotong Royong dan Kekuatan Sosial, Alasan Unhan Pilih Ponorogo Jadi Model Ketahanan Nasional

Ponorogo menjadi salah satu dari sekian banyak Kota yang menjadi anggota baru UCCN. Usai Reog berhasil diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Kabupaten Ponorogo juga termasuk Kota yang bergabung dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO Tahun 2025 Bidang Kriya dan Seni Rakyat.

Usai keberhasilan konferensi MONDIACULT 2025, negara-negara anggota UNESCO kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan berbasis budaya.
Kota-kota anggota baru ini diharapkan turut berperan aktif dalam mewujudkan visi UNESCO: menjadikan budaya sebagai kebaikan publik global.(arn)

Author

  • Arini Sa'dah

    A passionate and detail-oriented content writer professional with a strong background in journalism and digital media.

Bagikan Artikel ini: