BPBD Ngawi Pastikan 6 Alat Peringatan Dini Banjir Berfungsi Optimal Hadapi Cuaca Ekstrem

Foto: bpbd.ngawikab.go.id

PONOROGONEWS.ID – Dalam menghadapi cuaca ekstrem musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi memastikan seluruh enam unit early warning system (EWS) atau alat peringatan dini banjir berfungsi dengan baik.

Hal ini dilakukan BPBD Kabupaten Ngawi sebagai langkah antisipasi potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Ngawi dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Prila Yudha Putra, menyampaikan seluruh perangkat EWS saat ini dalam kondisi aktif. Alat peringatan dini banjir tersebut sudah siap difungsikan apabila terjadi peningkatan debit air di lokasi rawan banjir.

“Seluruh alat EWS yang terpasang saat ini dalam kondisi aktif dan siap memberikan peringatan dini apabila ada peningkatan debit air di lokasi pemasangan,” ujarnya pada Jumat (31/10/2025) saat ditemui wartawan.

Enam unit alat tersebut dipasang di beberapa titik strategis, yakni dua unit di Desa Simo Kecamatan Kwadungan dan Desa Waruk Tengah Kecamatan Pangkur, sementara empat unit lainnya tersebar di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun.

“Wilayah tersebut merupakan daerah paling rendah dan paling rawan banjir di Kabupaten Ngawi, sehingga pemasangan EWS difokuskan di sana,” tandas Prila.

Alat EWS berfungsi memberikan peringatan otomatis ketika tinggi muka air mencapai ambang batas tertentu. Sistem ini akan mengaktifkan sirine peringatan dalam tiga level status yakni waspada, siaga, dan awas, yang dikendalikan langsung dari pusat komando BPBD.

Selain memastikan sistem bekerja optimal, BPBD juga memberikan pelatihan kebencanaan kepada warga sekitar agar memahami arti setiap sinyal peringatan serta langkah evakuasi yang harus dilakukan saat kondisi darurat.

“Langkah ini penting agar warga dapat segera melakukan evakuasi apabila sistem memberikan sinyal peringatan dini,” tambahnya.

Baca Juga: —  Soal Ngasinan dan Kebiasaan Kita Menganggap Perilaku Korup Itu Biasa

Prila menegaskan bahwa semua perangkat EWS dalam kondisi baik dan siap digunakan kapan pun diperlukan. Namun, ia berharap sistem tersebut tidak perlu diaktifkan karena tidak terjadi bencana.

“Harapan kami, alat ini tetap berfungsi baik, tetapi jangan sampai digunakan. Artinya, semoga tidak ada bencana yang datang,” pungkasnya.

Author

  • Arini Sa'dah

    A passionate and detail-oriented content writer professional with a strong background in journalism and digital media.

Bagikan Artikel ini: