7 Gaya Hidup Minim Sampah sebagai Trend untuk Atasi Permasalahan Sampah di Ponorogo

Mencegah kantong plastik sekali pakai saat berbelanja adalah cara sederhana dalam mengatasi persoalan sampah. (Foto: Pexels.com)

PONOROGONEWS.ID – Permasalahan sampah di Ponorogo tidak bisa diabaikan lagi. Ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mrican secara permanent membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi persoalan sampah. Salah satu kiat yang bisa dilakukan bersama ialah dengan menjadikan gaya hidup minim sampah sebagai trend.

Trend tidak melulu soal fashion. Trend bisa berkaitan dengan gaya hidup sehari-hari, termasuk gaya hidup minim sampah. Gaya hidup ini apabila diterapkan secara komunal bisa berdampak positif bagi lingkungan. TPA tak lagi menggunung, pengelolaan sampah lebih baik, dan bencana akibat sampah pun bisa diminimalisir.

Banyak kiat sederhana yang bisa dilakukan sebagai bagian dari gaya hidup minim sampah. Dalam artikel ini, kami akan mengupas beberapa cara sederhana yang bisa mulai dijadikan kebiasaan masyarakat Ponorogo supaya Kota Reog bisa menjadi kota yang lebih hijau. Berikut beberapa cara sederhana dalam menerapkan gaya hidup minim sampah:

1. Membawa Tas Belanja

Terdengar klise, ya? padahal orang jaman dulu selalu membawa tas belanja sendiri saat membeli sesuatu. Ibu-ibu pergi ke pasar dengan membawa tas anyam bambu atau tas anyam plastik. Ada pula yang membawa tas kain untuk membawa barang belanjaan. Namun semakin ke sini, orang semakin malas membawa tas belanja sendiri saat berbelanja. Maka dari itu, kebiasaan membawa tas belanja sendiri ini bisa mulai digalakkan kembali demi mencegah penggunaan kantong plastik sekali pakai.

2. Gunakan Kembali Kantong Plastik

Kantong plastik dulu diciptakan supaya bisa melindungi barang belanjaan dari hujan mengingat sifat plastik yang waterproof. Bahkan dulu banyak orang menggunakan kembali kantong kresek untuk keperluan lain.

Baca Juga: —  7 Rekomendasi Wisata di Sekitar Stasiun Kediri, Murah dan Mudah Dijangkau

Namun saat ini, kantong plastik hanya menjadi barang sekali pakai. Orang enggan menggunakannya kembali untuk belanja. Padahal menggunakan kantong plastik bekas untuk belanja kembali termasuk bagian dari sustainable living. Dengan reusable kantong plastik untuk belanja, kita bisa sedikit mengurangi penggunaan kantong plastik baru. Tentu saja hal ini mengurangi sampah kantong plastik. Apabila hal ini dilakukan bersama-sama, maka berapa sampah kantong plastik yang bisa dicegah?

3. Bawa Tumbler Tiap Bepergian

Kebutuhan air minum sangat penting untuk memenuhi cairan tubuh saat aktivitas sehari-hari. Tak hanya itu, membawa tumbler sendiri juga merupakan cara sederhana untuk mengurangi sampah botol sekali pakai. Kini sudah mulai banyak orang yang sadar untuk membawa tumbler setiap bepergian. Kebutuhan cairan tercukupi, sampah pun juga bisa terkendali.

Selain untuk minum air putih, tumbler yang kamu bawa juga bisa dipakai untuk membeli minuman. Mulai menormalisasi membeli minuman di luar seperti jus buah, boba, es dawet bahkan kopi di cafe dengan tumbler sendiri. Aksi ini mungkin terdengar asing, tapi karena inilah bumi akan sangat berterimakasih karena kamu telah mencegah sampah cup plastik sekali pakai.

4. Tolak Sekali Pakai

Menolak barang sekali pakai akan terdengar berat bagi orang yang baru memulai gaya hidup minim sampah. Tapi bagi orang yang sudah menjalaninya, menolak barang sekali pakai adalah sebuah kebanggaan, sebuah kewajiban, sampai diri sendiri merasa bersalah apabila tidak dilakukan.

Ketika berbelanja dan lupa tidak membawa tas belanja sendiri, sebisa mungkin tolak kantong plastik yang ditawarkan penjual. Masukkan barang belanjaan ke dalam tas yang kita bawa, atau dibawa langsung menggunakan tangan.

Kemudian, pilih produk dengan kemasan yang paling minim. Jika beli makanan, sebisa mungkin membawa kotak makan sendiri untuk cegah kemasannya. Langkah ini mungkin masih asing bagi kebanyakan orang. Maka dari itu, mari normalisasi beli makanan menggunakan kotak makan yang kita bawa sendiri dari rumah.

Baca Juga: —  Kualitas Pertalite Buruk, Cara Pemerintah Menghapus Subsidi BBM?

5. Bawa Alat Tempur Minim Sampah

Pastikan setiap bepergian untuk selalu membawa alat tempur minim sampah di dalam tas! Alat tempur itu terdiri dari tumbler (bisa lebih dari 1), wadah makan, alat makan guna ulang, sapu tangan, dan lain sebagainya. Minimal siapkan selalu tumbler dan alat makan guna ulang di dalam tas. Dengan membawa alat tersebut, dan menggunakannya untuk beli minum dan makanan, maka kamu telah menjadi penggerak lingkungan yang nyata. Bukan hanya omong belaka.

6. Menghabiskan Makanan

Cara sederhana dalam menerapkan gaya hidup minim sampah berikutnya ialah menghabiskan makanan yang ada di piring. Setiap makan di luar, makan di rumah, atau makan di manapun, sebaiknya menghabiskan makanan yang ada di piring kita. Sampah makanan menyumbang penumpukan sampah terbesar di TPA. Inilah mengapa langkah kecil ini sejatinya sangat berpengaruh pada lingkungan. Selalu biasakan menghabiskan makanan sampai ke butir nasi terakhir di piring kita.

7. Menggunakan Kembali

Menggunakan kembali barang yang sudah ada di rumah adalah langkah sederhana menerapkan gaya hidup minim sampah. Contohnya ialah menggunakan galon bekas sebagai pot bunga, memanfaatkan kain bekas sebagai lap pengganti tisu, kardus jadi tempat penyimpanan, dan masih banyak lagi barang yang bisa digunakan ulang dengan fungsi berbeda tanpa baru membeli produk baru.

Langkah ini efektif untuk mencegah timbulan sampah akibat kemasan sekali pakai. Tapi perlu diteliti jika hendak menggunakan kembali wadah untuk makanan. Jika tidak foodgrade dan tidak ada logo PP 5, sebaiknya jangan digunakan untuk wadah makanan.

Sementara itu 7 gaya hidup minim sampah yang perlu dijadikan trend untuk mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Ponorogo. Pada artikel berikutnya, kami akan mengulas cara-cara lain dalam menerapkan sustainable living. Sebab banyak cara yang bisa dilakukan dalam menerapkan gaya hidup minim sampah. Jadi mulai dulu yang menurut kamu paling mudah dan paling mungkin untuk dilakukan. Segera mulai beraksi, kalau bukan sekarang, kapan lagi?***

Baca Juga: —  KLH Setujui Pembukaan TPA Baru Ponorogo, Dibangun di Kawasan Hutan Kayu Putih

 

Author

  • Arini Sa'dah

    A passionate and detail-oriented content writer professional with a strong background in journalism and digital media.

Bagikan Artikel ini: