3.015 Hafidz-Hafidzah Madrasah Diwisuda, Bunda Lis: Kalian Semua Hebat!

3.015 Hafidz-Hafidzah Madrasah Diwisuda, Bunda Lis: Kalian Semua Hebat!

PONOROGONEWS.ID – Generasi Qur’ani terus bermunculan di Kabupaten Ponorogo. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo mewisuda sebanyak 3.015 hafidz dan hafidzah dari jenjang madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), hingga madrasah aliyah (MA), Sabtu (14/2/2026).

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an yang berlangsung khidmat di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo itu dihadiri langsung oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Suasana haru tak terbendung ketika ribuan santri madrasah menerima apresiasi atas capaian hafalan Al-Qur’an mereka yang berjenjang, mulai satu juz hingga 30 juz.

“Satu kata dari Bunda untuk kalian, semuanya hebat. Bunda sangat bangga kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menunjukkan kesungguhan dan ketekunan dalam menghafal Al-Qur’an,” ujar Bunda Lis –sapaan akrab Lisdyarita.

Menurutnya, capaian tersebut bukanlah hal yang mudah. Di tengah padatnya aktivitas belajar di madrasah, para santri tetap menyempatkan waktu menghafal ayat demi ayat Al-Qur’an dengan penuh disiplin dan kesabaran.

“Bunda titip kepada anak-anakku semua untuk ikut mendoakan Ponorogo agar semakin maju dan melahirkan orang-orang yang sukses,” pesannya.

Suasana semakin menyentuh saat para orang tua hafidz dan hafidzah turut hadir menyaksikan momen wisuda. Program tahfidz yang berjalan di Ponorogo dinilai tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat karakter spiritual dan sosial generasi muda.

“Buat bapak ibu yang anaknya sudah hafal Al-Qur’an, Bunda merasa di atas kepalanya ada mahkota,” tutur Bunda Lis dengan nada lembut.

Bupati perempuan pertama di Ponorogo itu juga mengingatkan bahwa menjaga hafalan jauh lebih berat dibanding menghafalnya. Selain itu, para hafidz dan hafidzah memiliki tanggung jawab besar untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting, Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dihafal, tetapi ditanamkan dalam hati dan diamalkan. Dengan begitu, Al-Qur’an akan menjadi penuntun, petunjuk arah, sekaligus benteng dalam setiap langkah kehidupan,” jelasnya.

Baca Juga: —  Pemkab Ponorogo Rancang RKPD 2027, Sektor Apa yang Bakal Jadi Prioritas?

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Mohamad Thohari, menegaskan bahwa wisuda tahfidz merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras para santri madrasah. Dari total 3.015 wisudawan dan wisudawati, ada yang hafal satu juz, dua juz, tiga juz, lima juz, bahkan 30 juz.

“Mereka rela mengurangi waktu bermain, mengurangi main HP, bahkan mungkin mengurangi waktu tidur demi menghafal Al-Qur’an,” tegasnya.

Thohari optimistis program tahfidz akan membentuk pola pendidikan Qurani yang berkarakter dan berakhlakul karimah di Ponorogo. Dari madrasah-madrasah itu diharapkan lahir generasi berakhlak Al-Qur’an yang siap membangun daerah menjadi lebih hebat.

“Yang baru hafal satu juz semoga termotivasi untuk menambah hafalannya. Kecuali yang sudah 30 juz, tentu tinggal menjaga dan mengamalkannya,” pungkasnya.

Author

  • Redaksi Ponorogo News

    Portal berita yang tumbuh dari kota Ponorogo yang menyajikan informasi aktual, independen, dan inspiratif seputar peristiwa, gaya hidup, budaya dan pendidikan.

Bagikan Artikel ini: